15 PERANCANG SIAPKAN BUSANA UNTUK PANASONIC AWARDS

Jakarta, 18/3 (ANTARA)- Sebanyak 15 perancang busana dari Indonesia akan menyiapkan pakaian dan gaun malam yang terbuat dari kain tradisional untuk dipakai para artis dalam perhelatan “Panasonic Gobel Awards 2010″.

“Tema busana tetap pakaian petang mewah, namun bahan-bahan yang digunakan adalah bahan secara global, sepeti ulos, songket, dan batik,” kata perancang busana Carmanita, dalam konferensi pers 13th Panasonic Gobel Awards 2010, di Jakarta, Kamis.

Continue reading

PEMUNGUTAN SUARA “PANASONIC AWARD” MENINGKAT 200 PERSEN

Jakarta, 18/3 (ANTARA)- Hasil pemungutan suara yang diselenggarakan “Panasonic Award” untuk mencari karya dan insan pertelevisian terfavorit 2010 naik 200 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total suara terkumpul menjadi 400.509.

“Pemungutan dibuka dari 19 Februari hingga 23 Maret 2010 lewat SMS, ‘website’, angket jajak pendapat, dan formulir yang dikirim lewat pos,” kata Wakil Presiden Direktur Panasonic Gobel Indonesia Rinaldi Sjarief, di Jakarta, Kamis.

Serangkaian kegiatan ini, kata Rinaldi, telah dilakukan kegiatan menjelang perhelatan besar ini. Diawali dengan pencarian dan pemilihan karya  dan insan pertelevisian Indonesia, bekerja sama dengan ABG Nielsen Media Research.

Continue reading

JABABEKA DICANANGKAN JADI PUSAT SOLUSI MASALAH LINGKUNGAN

Jakarta, 17/3 (ANTARA)- Kota Jababeka dicanangkan menjadi kota pusat solusi masalah lingkungan, dengan konsep menjadi Taman Eden yang ramah lingkungan dan dibentuknya Jababeka “Botanic Gardens”.

“Pencanangan kota Jababeka sebagai Taman Eden adalah sebuah konsep kota sebagai komunitas manusia yang memiliki kualitas hidup yang utuh dan merupakan jawaban bagi persoalan ekologi,” kata Direktur Eksekutif Botanic Garden Eka Budianta, di Jakarta, Rabu.

Continue reading

KEMATIAN TKI HARUS DISEJAJARKAN DENGAN PEJABAT

Karawang, 15/3 (ANTARA)- Kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) harus disejajarkan dengan kematian salah satu pejabat karena derajat manusia sama.

“Buruh migran atau TKI tidak boleh lagi menjadi korban rekayasa sosial,” kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Karawang Eme Ahmad, dalam acara Pelatihan Advokasi Penghentian Perdagangan Manusia, di Karawang, Senin.

Untuk itu, katanya, tokoh lintas-agama hendaknya bisa duduk bersama, memikirkan dan membicarakan masalah perdagangan manusia yang semakin marak terjadi di Indonesia, yang dirasakan sebagai masalah semua umat manusia dari beragam agama.

Continue reading

KWI PELOPORI PELATIHAN ADVOKASI HENTIKAN PERDAGANGAN MANUSIA

Karawang, 15/3 (ANTARA)- Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) memelopori pelatihan advokasi berbasis Hak Asasi Manusia (HAM), yang diikuti peserta dari keuskupan seluruh Jawa dan organisasi lintas-agama, untuk menghentikan praktik perdagangan manusia.

“Masalah migran bukanlah masalah yang baru dan pada awalnya bukanlah hal yang jahat. Migran pertama adalah Adam dan Hawa yang bermigrasi dari Taman Eden menuju dunia,” kata Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau (KKP-PMP) KWI Mgr. Agustinus Agus di Karawang, Senin.

Continue reading

TNI-POLRI BERLATIH TANGGULANGI TEROR DI TEPI PANTAI

Jakarta, 13/3 (ANTARA) – TNI dan Polri mengadakan latihan bersama penanggulangan teror 2010, Sabtu pagi, dengan skenario terjadi aksi terorisme di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara yang berada di tepi pantai.

Skenario teror yang terjadi di Hotel Mercure dimulai ketika  teroris bersenjata lengkap pelaku menyandera manajer hotel dan beberapa pejabat negara yang tengah mengadakan rapat.

Teroris  mengajukan tuntutan pada pemerintah sehingga dilakukan negosiasi terjadi hingga pukul 23.00 WIB.

Keesokan harinya (Sabtu), Komandan Intai Amfibi (Taifib) Marinir bersiap untuk bergerak ke sasaran, yakni Hotel Mercure yang telah dikuasai teroris.

Karena Hotel Mercure berada di tepi pantai, Taifib Marinir merencanakan operasi pembebasan sandera dengan melakukan serangan dadakan dari tiga arah berbeda, yaitu dari arah laut, udara, dan darat.

Continue reading

PENEGAK HUKUM TAK MILIKI “PETA” PEMBERANTASAN KORUPSI

Jakarta, 12/3 (ANTARA)-Anggota DPR Tjatur Sapto Edy menuturkan bahwa aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tidak memiliki “peta” pemberantasan korupsi.

“Bagaimana ingin maju ke medan perang untuk melawan korupsi kalau ‘peta perang’ korupsi tak diketahui?” tutur Tjatur dalam diskusi ?Masa Depan Koalisi Pasca Pansus Century?, di Jakarta, Jumat.

Continue reading

DPR SULIT GUNAKAN HAK MENYATAKAN PENDAPAT

Jakarta, 12/3 (ANTARA) – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR Andi Rahmat mengemukakan, DPR sulit untuk menggunakan hak menyatakan pendapat dalam Kasus Bank Century, karena Partai Demokrat menempati 26 persen kursi DPR yang berarti tidak akan ada kesepakatan.

“Langkah selanjutnya yang mungkin dilakukan adalah mengawal berlangsungnya proses hukum atas kasus Century itu. Kemungkinan minggu depan, saya dan beberapa teman akan mengadakan kunjungan informal ke KPK untuk pengusutan kasus itu,” katanya dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Jumat.

Continue reading

Hachiko, Kisah Anjing yang Setia Sampai Mati

Judul         : Hachiko, A Dog’s Story

Pemain     : Richard Gere, Joan Allen

Sutradara: Lasse Hallstrom

Film Hachiko: A Dog’s Story bercerita tentang seekor anjing yang sangat setia pada tuannya, melebihi batas kesetiaan anjing pada rata-rata. Cerita ini bermula ketika  Profesor Parker Wilson (Richard Gere) menemukan seekor anjing kecil di Stasiun Kereta Api Bedridge, Wonsocked, Amerika Serikat, tempat ia biasa pergi bekerja dan pulang dari kerja.

Anjing berjenis akita inu itu kemudian diajaknya pulang ke rumah dan diberi nama Hachiko. Parker dan istrinya Cate (Joan Allen) merawat anjing itu hingga Hachiko bertumbuh besar. Tiada hari yang dilewatkan Parker tanpa bermain dengan Hachiko.

Suatu hari, ketika Hachiko sudah beranjak dewasa, tanpa disangka ia mengikuti Parker ke stasiun saat Parker berangkat kerja. Parker terpaksa keluar dari kereta untuk memulangkan Hachico ke rumah. Namun, ternyata Hachico menjemputnya di stasiun pada pukul 17.00. Sejak saat itu Parker membiarkan Hachico mengantar-jemputnya di stasiun.

Para pemilik kios, pedagang, dan pejalan kaki, serta commuter (orang yang bekerja secara nglaju) tercengang-cengang dengan kelakuan Hachiko yang tidak seperti anjing pada umumnya. Semua orang orang di sekitar Stasiun Bedridge menyayangi Hachiko dan selalu menyapa anjing itu layaknya sebagai manusia.

Sampai pada satu hari, Hachiko tak menemukan kedatangan tuannya di stasiun pada pukul 17.00. Parker Wilson meninggal karena serangan jantung ketika ia tengah mengajar. Hachiko sepertinya tak pernah mengerti perihal meninggalnya Parker.

Setelah kematian Parker, Cate menjual rmahnya dan meninggalkan Bedridge. Sementara Hachiko dipelihara oleh anak perempuan Parker, Andy Wilson (Sarah Roemer). Berulang kali Hachiko kabur dari rumah Andy untuk pergi ke stasiun, berharap ia akan menemukan tuannya kembali.  Andy selalu menjemput Hachiko di stasiun hingga pada akhirnya Andy merelakan Hachiko pergi.

Hachiko tinggal di stasiun dan pada pukul 17.00, ia akan duduk di bundaran di depan stasiun, menanti kedatangan tuannya. Keunikan tingkah laku Hachiko itu menarik perhatian orang-orang di sekitar situ, bahkan tulisan mengenainya dimuat di koran-koran sehingga kisah anjing ini menjadi legenda. Mereka memberi makan Hachiko secara bergantian.

Kesetiaan Hachiko bertahan hingga tahun kesepuluh meninggalnya Parker. Sampai akhirnya pada musim dingin tahun ke sepuluh, Hachiko meninggal di bundaran stasiun pada tengah malam.

Patung Hachiko di Stasiun Shibuya

Pembuatan film ini diinspirasi dari kisah nyata seekor anjing bernama Hachiko yang hidup dalam rentang waktup tahun 1923-1935  di Jepang. Kisah yang disajikan dalam Hachiko: A Dog’s Story persis sama dengan kisah aslinya. Di Jepang, sebuah monumen berupa patung untuk mengenang kesetiaan Hachiko didirikan di depan Stasiun Shibuya.

Seperti film tentang kesetiaan anjing lainnya, sebut saja Lassie (2005) dan Marley and Me (2009),  film ini menyentuh sisi halus perasaan manusia. Bahkan bukan penggemar anjing pun yang menonton film ini bisa meneteskan air mata.

Kekurangan dalam film bergenre drama keluarga ini adalah banyaknya scene yang diulang dan adegan yang hampir mirip satu sama lain. Singkatnya jalan cerita namun berdurasi 90 menit membuat film ini cenderung membosankan pada pertengahan cerita. Namun, emosi sedih penonton mulai meningkat ketika mendekati akhir cerita.

Sutradara Lasse Hallstrom mengemas cerita ini dengan apik, dan alur yang cukup lambat. Kerja keras tim pelatih anjing pemeran Hachiko tergolong sukses sebab anjing tersebut seolah bisa menunjukkan emosi dan ekspresinya yang memesona penonton.

By elisabetyas Posted in Resensi

Keep Writing…

Raditya Dika said, “The writer who doesn’t have deadline, never finishes her or his book.”

And Fadjroal Rahman said, “You have to finish what you’ve been starting to write.”

Kadang gue berpikir, bolehkah gue berhenti menulis sejenak? Dan jawaban yang gue temuin dalam diri gue adalah nggak bisa. Nggak… Gue nggak bisa berhenti nulis. Harus ada tulisan yang meaning tiap harinya, even cuma curhatan konyol macam ini. Yang penting, kita nggak boleh buang-buang waktu.

Tiap hari gue nulis berita, udah dua bulan ini. Dan gue seneng-seneng aja. Cuma ya… Gue jadi nggak punya waktu buat menyelesaikan cerita fiksi panjang yang gue tulisa berbulan-bulan lalu. Gue bersyukur aja weekend kemarin gue bisa dapat inspirasi buat terus nulis cerita. Plot udah tergambar sejak dulu di dalam otak, tapi ya mengartikulasikannya emang agak susah.

Thanks banget buat para pencipta dan penyanyi lagu-lagu keren yang terus menginspirasi kita. Coba kalau ga ada mereka, kita nggak bisa mengasah emosi kita. Lagu tuh bisa menyentil emosi lho. Oke… Sekarang gue mau coba lebih disiplin untuk setiap hari meneruskan membuat cerita fiksi panjang itu.

Gramedia… I’ll be coming soon. That’s my dreams:) You know what, I can’t stop writing. I can’t stop what I’ve been starting to write and I have to finish it. God, give me some inspirations. :p