Itinerary Liburan ke Jepang (Hari #5) : Dari Kinkakuji ke Fushimi Inari Shrine

Menjelajah Kyoto memang tidak cukup satu hari. Setelah kemarin seharian penuh menggunakan kereta dan boat, pada hari kelima ini kami mencoba berkeliling Kyoto dengan menggunakan bus. Kebanyakan objek wisata di Kyoto lebih mudah dicapai dengan menggunakan bus. Oleh karena itu pemerintah lokal Kyoto menyediakan tiket one day pass untuk bepergian keliling Kyoto dengan menggunakan bus. 

Harga one day pass bus ticket cukup terjangkau. Hanya dengan JPY 500 kita dapat naik-turun di shelter bus manapun di Kyoto. One day pass bus ticket bisa dibeli di Kyoto Station melalui vending machine. Setelah tiba di Kyoto Station, carilah central exit di mana juga merupakan terminal bus dalam kota Kyoto. Di dekat situ akan ada vending mechine yang menjual one day pass bus ticket. Bila tidak yakin di mana letak vending machine tersebut, jangan ragu untuk bertanya ke petugas yang ada di situ. One day pass bus ticket ini perlu divalidasi pada saar pertama kali naik ke bus. Caranya adalah tunjukkan one day pass bus ticket Anda kepada supir pada saat akan turun. Setelah itu supir bus akan mencetak tanggal di and one day pass ticket Anda.

Tiket bus sudah di tangan. Saatnya berangkat ke destinasi pertama, Kinkakuji Temple. Dari terminal Kyoto Station, Anda bisa naik ke bus nomor 101 atau 205 untuk mencapai Kinkakuji Temple (atau sering disebut Golden Pavilion). Perjalanan ke Kinkakuji Temple memakan waktu kurang lebih 45-50 menit. Dari Kinkakuji bus stop kita harus berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai pintu masuk Kinkakuji Temple. Harga masuk ke tempat wisata tersebut adalah JPY 400.

Jalan Masuk ke Kinkakuji Temple

Pada saat kami memasuki area temple, di sana sudah cukup padat pengunjung sehingga sulit sekali mencari spot untuk foto dengan latar belakang temple tanpa terganggu wisatawan lain yang hendak berfoto atau hanya sekedar lewat.  

 

Kinkakuji Temple, Seperti Foto di Kalender

 
 

Akhirnya Berhasil Juga Foto Dilatarbelakangi Kinkakuji Temple

 

Memutari garden di sekitar Kinkakuji Temple sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama, mungkin hanya sekitar 30 menit saja. Yang membuat orang berlama-lama di Kinkakuji adalah antrian berfoto dengan Sang Golden Pavilion itu. Saya sarankan Anda berangkat sepagi mungkin ke tempat ini agar masih belum berubah menjadi lautan manusia.

Puas menyusuri taman-taman di Kinkakuji Temple, saya dan suami istirahat sebentar di pintu keluar sambil menyantap green tea soft ice cream yang enak banget. Kemudian kami pun beranjak ke destinasi kedua, yakni Kiyomizudera Temple. Karena kami tidak tahu apakah ada direct bus dari Kinkakuji ke Kiyomizudera Temple (sepertinya sih tidak ada bila melihat peta bus), maka kami pun kembali dulu ke Kyoto Station untuk ganti bus nomor 100 atau 206 dan turun di Kiyomizu-michi bus stop

Dari bus stop jalanan ke Kiyomizudera Temple cukup menanjak. Saya saja sampai harus dua kali berhenti, pertama untuk beli minum, kedua untuk lihat-lihat oleh-oleh. Sebenarnya tidak perlu berhenti kok, mungkin saya saja yang kurang olahraga. Bila Anda merasa tidak mungkin menyusuri jalan yang menanjak tadi, ada moda transportasi becak (ditarik manusia) yang bisa mengantar Anda hingga Kiyomizudera Temple. Ketika tiba di atas, pemandangan lautan manusia kembali memenuhi pandangan mata kami. Saya jadi kurang bersemangat untuk menjelajah area ini, namun yang penting tetap foto.

 

Gerbang Masuk Kiyomizudera Temple

 
Tapi bagaimana pun karena sudah terlanjur sampai di sini, ya tetap harus eksplore. Kiyomizudera ini terhubung ke Maruyama Park melalui jalan Higashiyama yang dikhususkan untuk pejalan kaki. Di sepanjang Higashiyama itu pula terdapat beberapa tempat wisata, Yasaka Shrine , Philosopher Path, dan Yasaka Pagoda. Higashimaya sendiri merupakan distrik yang mencerminkan kebudayaan Kyoto. Dalam puncak full bloom Sakura biasanya ada illumination festival di Maruyama Park yang patut dikunjungi. Saya sendiri tidak berkesempatan menikmati illumination festival di Maruyama Park karena sudah berakhir. 

Higashiyama District Dilihat dari Kiyomizudera

Akhir dari perjalanan menyusuri Higashiyama District adalah Maruyama Park. Dari situ Anda bisa berjalan kaki ke Gion, tempatnya para Geisha. Di Gion banyak terdapat restoran fine dining yang harganya cukup mahal. Bila ingin melihat geisha, sempatkan berada hingga sore di Gion karena para geisha baru menampakkan diri saat sore hari menjelang malam.

Puas berjalan-jalan dari Kiyomizudera ke Gion, kami pun kembali lagi ke Kyoto Station dari Gion Bus Stop. Destinasi terakhir kami adalah Fushimi Inari Shrine yang bisa dicapai menggunakan kereta. Dari Kyoto Station hanya memakan waktu 5-10 menit untuk menuju Inari Station yang terletak persis di depan Inari Station. Fushimi Inari Shrine tidak terlalu banyak pengunjung seperti Kinkakuji Temple maupun Kiyomizudera Temple, mungkin karena sudah jam 05.00 pm juga. 

Fushimi Inari sangat diminati pengunjung karena memiliki jajaran gerbang oranye sepanjang 4 km (2 km uphill dan 2 km downhill). Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus tanpa latar belakang orang-orang yang berlalu lalang memang agak sulit karena banyak orang menyusuri jalan ini. Namun, semakin menanjak ke atas semakin sepi orang sehingga akan lebih memungkinkan mengambil gambar Fushimi Inari Shrine tanpa ada wisatawan yang berlalu lalang. 

Jajaran Gerbang Oranye di Fushimi Inari Shrine

Kami tidak menuntaskan perjalanan 4 km menyusuri Fushimi Inari karena selain cukup melelahkan, lama-kelamaan keadaan menjadi lebih sunyi, dan langit sudah mulai menghitam. Akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali. Saat kembali ke arah gerbang masuk, di situ terdapat kedai penjual makanan ringan yang harganya rata-rata JPY 500. Jika Anda merasa lapar setah naik-turun bukit, Anda bisa menikmati kudapan seperti takoyaki, fried chicken, orange juice, dan banyak lagi. 

Sudah pukul 07.00 pm saat kami kembali ke Kyoto Station. Terlalu “pagi” apabila kami kembali ke hotel. Kami pun iseng-iseng mengunjungi Aeon Mall, vendor yang sama seperti yang ada di Indonesia. Letak Aeon Mall sangat dekat dari Kyoto Station. Lumayan untuk menghangatkan tubuh sejenak di dalam mall itu. Kebetulan ketika tiba di Aeon Mall, perut sudah mulai “berisik” minta diisi makanan. Ada food court lantai paling atas. Harganya memang tidak bisa dibilang murah, tapi paling tidak  harganya tidak melebihi JPY 1.000.

Setelah selesai makan, kami masih duduk-duduk sebentar di tempat duduk di luar Aeon Mall sambil menikmati pemandangan pohon-pohon yang dihiasi lampu-lampu. Sangat indah dilihat. Hal yang sederhana untuk dilakukan, namun entah mengapa pemandangan di sekitar Aeon Mall menjadi penutup yang manis di hari kelima ini.

Esok harinya kami haru bangun lebih pagi karena tujuan kami berikutnya adalah Kawaguchiko Lake. Tunggu posting-an saya selanjutnya ya.

Itinerary Liburan ke Jepang (Hari #4)

Hari keempat saatnya mengeksplor Arashiyama. Distrik Arashiyama merupakan tempat favorit saya di Kyoto. Keindahan alam perbukitan yang serba hijau, sungai yang bersih, dan tata kota yang unik membuat saya terpukau.Ada beberapa tempat terkenal di Arashiyama. Di antaranya Togetsukyo Bridge, Bamboo Groves, kuil-kuil di Arashiyama, dan banyak lagi. Kali ini saya ingin bercerita tentang rute petualangan saya di Arashiyama.

Tempat wisata pertama yang saya kunjungi adalah Saga Scenic Railway atau sering juga disebut Saga Romantic Railway. Saga Scenic Railway adalah rute kereta wisata sepanjang 7 km yang membentang dari Saga Arashiyama ke Kameoka. Kita bisa memilih memulai perjalanan dari Saga Arashiyama atau dari Kameoka. Saga Scenic Railway memiliki stasiun sendiri yang letaknya tidak jauh dari JR Station. Bila kita berangkat dari Saga Arashiyama, maka kita tinggal menuju stasiun Torokko Arashiyama Station (persis di sebelah JR Saga Arashiyama Station). Bila kita berangkat dari Kameoka, maka departing point – dimulai dari Torokko Kameoka Station (dekat dengan JR Umahori Station). Kereta Saga Scenic berangkat tiap satu jam (jadwal di Torokko Arashiyama Station adalah 09.07, 10.07, 11.07, 12.07, dan seterusnya hingga terakhir sebelum pukul 16.00). Harga tiketnya JPY 62o one way.

 

Penampakan Kereta Saga Scenic Railway

 
Saya sendiri memilih berangkat dari Torokko Arashiyama Station. A breathtaking view started to come when the train finally departed. Jalur kereta itu bersisian dengan sungai, terkadang membelah bukit, dan melewati jembatan. Dari kereta kita bisa melihat Hozu River dan perbukitan yang serba hijau. Terkadang ada pula pohon berwarna kuning dan merah. Kebetulan karena saya pergi saat spring season, maka masih banyak bunga Sakura bermekaran. Oh iya, selain spring season, autumn season juga musim yang bagus untuk menikmati pemandangan di Saga Scenic Railway.

Saat tiba di Torokko Kameoka Station, ada tiga cara untuk bisa kembali ke area Arashiyama. Pertama, melalui kembali rute Saga Scenic Railway. Kedua, menuju stasiun terdekat yakni JR Umahori. Ketiga, dengan menggunakan Hozu River Boat.Saya memilih yang ketiga, yakni melalui Hozu River dengan menggunakan boat. Setelah keluar dari Torokko Kameoka Station, kita akan menjumpai spot parkir bus yang menuju Hozu River Boat Terminal. Bus akan berangkat satu jam sekali (09.53, 10.35, 11.35, 12.35, 13.35, 14.35, dan 15.35). Harga sekali naik adalah JPY 310. Siapkan uang pas ya. 

Siapkan kocek sebesar JPY 4.200 ya untuk ikut tur melalui Hozu River Boat. Agak mahal memang, tapi semuanya terbayar puas kok. Jalur Hozu River Boat melalui sungai berbatu-batu besar dan arusnya cukup deras. Namun uniknya, boat ini tidak menggunakan tenaga mesin sama sekali, tetap menggunakan tenaga empat orang manusia. Pemandangan sepanjang sungai sulit digambarkan dengan kata-kata, sungguh sangat indah. Terkadang adrenalin kita sedikit terpacu saat and boat meluncur turun di arus yang deras atau saat harus melewati bebatuan tanpa menabrak. 

 

Pemandangan dari Hozu River Boat

 
Perjalanan menggunakan boat memakan waktu 1,5 jam. Kebetulan sudah lewat jam 14.00 dan kami belum makan siang sehingga lapar sekali. Tak disangka di tengah perjalanan boat, ada boat lainnya mendekat yang ternyata adalah penjual makanan. Boat yang kami tumpangi pun berhenti untuk memberikan kesempatan kepada penumpang untuk makan. Kami pun tiba di boat pier yang ternyata terletak sangat dekat dengan Togetsukyo Bridge yang terkenal itu. Langsung saja kami foto-foto di tempat jembatan Togetsukyo.

 

Di Togetsukyo Bridge

  

Pegunungan Arashiyama

 Setelah puas berfoto di Togetsukyo Bridge, kami pun segera mencari makan siang di daerah situ. Tenang, ada banyak kedai makan yang sangat menggugah selera. Saya dan suami memesan Beef Curry Udon dan Tamago Miso Udon. Saatnya menuju Bamboo Groves. Tempat itu sebenarnya merupakan jalan sepanjang 700 meter yang kanan-kirinya ditanami bambu-bambu. Suasanya asri, namun menurut saya tetap ada kesan spooky karena ada beberapa spot pemakaman di sana.

 

Bamboo Groves

 
Selain tempat-tempat yang saya kunjungi tadi, masih banyak tempat wisata lainnya. Namun karena badan rasanya sudah terlalu lelah, maka kami pun beranjak pulang. JR Saga Arashiyama berada tak jauh dari Bamboo Groves. 

 

Jalanan di Arashiyama

  

Plang Menuju Bamboo Groves

 

Itinerary Liburan ke Jepang (Hari #3) : Kehidupan Malam di Dotonbori yang Memukau

Hari ketiga adalah hari di mana kami perlu menukarkan JR Pass kami karena hari ini kami pindah ke Kyoto. Penukaran JR Pass biasanya terdapat di bandara dan di stasiun-stasiun besar. Berikut beberapa tempat penukaran JR Pass :

  • Haneda International Airport : JR East Travel Service Center ( Arrival Lobby).
  • Narita International Airport Terminal 1-3 : JR Easr Service Center atau Ticket Office.
  • Kansai Airport : Ticket Office
  • Tokyo Station : JR East Travel Service Center (Marunouchi North) atau JR Central Ticket Office (Yaesu North)
  • Shinjuku Station : JR East Travel  Service Center (New South Exit)
  • Kyoto Station : JR West Ticket Office

Mulanya kami berencana berangkat pukul 08.00 am, namun ternyata stasiun dipadati oleh orang-orang yang akan berangkat kerja. Kereta pun masih penuh sehingga kami takut keberadaan koper kami yang superbesar akan mengganggu para penumpang lain. Oleh karena itu, kami pun baru naik kereta pukul 09.15 am. Kami menumpang kereta melalui Tozai Line dan turun di Otemachi Sta, kemudian berjalan ke JR Tokyo Sta (yang masih terintegrasi dengan Otemachi Sta). Antrian belum terlalu panjang saat kami tiba di JR East Travel Service Center, Tokyo Sta. Setelah dijelaskan panjang lebar tentang penggunaan JR Pass, kami pun memesan tiket Shinkansen ke Kyoto pada pukul 10.30 am dan dijadwalkan tiba pukul 02.30 pm.

Hotel kami di Kyoto bernama Urban Hotel Minamikusatsu, yang dapat ditempuh sekitar 20 menit dari JR Kyoto Sta ke JR Minamikusatsu Sta (melalui track 2 dari JR Kyoto dengan tujuan Yasu atau Maibara). Kami tidak masalah dengan waktu ekstra yang perlu kami tempuh dari Kyoto ke hotel kami atau sebaliknya. Dengan kamar yang bagus, harga di Urban Hotel Minamikusatsu ini lebih murah bila dibandingkan hotel-hotel di pusat kota Kyoto.

Tiba terlalu siang di Kyoto membuat kami awalnya sempat bingung menentukan tujuan karena apabila kami membeli one day pass bus ticket maka kami sudah rugi waktu. Apalagi kebanyakan atraksi di Kyoto tutup pada jam 05.00 pm. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan-jalan santai pada malam hari di Dotonbori, Osaka. Kami berangkat dari hotel pukul 03.00 pm dan memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk menuju Dotonbori. 

Untuk menuju Dotonbori sendiri bisa turun di JR Namba Sta, Namba Nankai, dan Namba Subway. Namun karena  kami memiliki JR Pass, maka kami mencari rute yang dicover oleh JR Pass. Rute yang kami ambil adalah sari Minamikusatsu menuju Shin Osaka, lalu pindah kereta ke Tennoji. Setelah tiba di Tennoji, kami pindah kereta yang menuju JR Namba.

Rute JR dari Minamikusatsu ke Namba

Kawasan Dotonbori bisa dicapai sekitar 15 menit berjalan kaki dari JR Namba Sta. Dotonbori sendiri terletak di Osaka, merupakan sebuah jalan yang di tengahnya mengalir sungai dan di sisi kanan kirinya terdapat beragam toko dan restoran. Suasana santai di tepi sungai yang berada di tengah kota seperti itu tidak bisa didapatkan di Jakarta. 

Welcome to Dotonbori

 

Suasana Malam di Dotonbori

 
Selain nongkrong di restoran ataupun di tepi sungai, Anda bisa naik boat untuk menikmati keindahan Dotonbori. Anda perlu merogoh kocek JPY 900 untuk menaiki boat tersebut.
Bila Anda berniat untuk belanja, Shinsaibashi adalah tempat yang tepat untuk berbelanja. Hampir semua merk-merk terkenal ada di Shinsaibashi. Harga yang ditawarkan di sana lebih murah dibandingkan di mall di Jepang maupun mall  di Indonesia. Shinsaibashi berada sangat dekat dari Dotonbori, hanya berada di persimpangan area pejalan kaki di Dotonbori. Bila Anda sudah melihat Glico Sign, itu berarti Anda sudah dekat dengan Shinsaibashi Suji.

Di Persimpangan Antara Shinsaibashi dan Dotonbori

 Selain tempat menghabiskan sore, Dotonbori juga tempat yang pas untuk menikmati kuliner. Beberapa makanan khas Jepang tersedia di Dotonbori seperti ramen, udon, takoyaki, okonomiyaki, dll. Kami memilih untuk makan di restoran yang menjual takoyaki dan okonomiyaki. Harus antri masuk sih untuk makan di restoran itu tapi kami tidak kecewa karena rasa takoyaki dan okonomiyakinya enak banget

 

Craving for Okonomiyaki & Takoyaki


 

Glico Man Sign yang Tersohor


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 pm, kami pun bergegas pulang mengingat waktu yang harus ditempuh 1,5 jam hingga tiba di hotel kami. Sebelum pulang, jangan lupa berfoto di depan Glico Man ya! 

    Itinerary Liburan ke Jepang (Hari #2) : Bermain Sampai Puas di Tokyo DisneySea

    Pada hari kedua, kami tidak hopping tempat di Tokyo karena seharian penuh akan bermain di Tokyo DisneySea. Hal utama yang membuat kami memilih Best Western Nishikasai adalah karena hotel tersebut terletak cukup dekat dari Tokyo DisneySea dan menyediakan free shuttle ke area taman bermain Disney. Bagi Anda yang ingin ke Tokyo DisneySea / Disneyland menggunakan kereta dari pusat kota Tokyo juga bisa. Stasiun terdekat dari taman bermain tersebut adalah JR Maihama Sta. Dari Maihama Sta, Anda perlu berjalan menyusuri pertokoan sekitar 300-500 m dan pindah ke Resort Gateway Sta (line khusus milik kawasan Disne) kemudian berhenti di Tokyo DisneySea Sta atau Tokyo Disneyland Sta. 

    Peta Tokyo DisneySea

     
    Tibalah kami di Tokyo DisneySea dengan menggunakan free shuttle pukul 08.30 am. Anda harus memesan tempat terlebih dahulu ke resepsionis hotel untuk mendapatkan tempat di dalam shuttle.
    Antrian tiket ke taman bermain itu cukup panjang padahal saat itu hari Senin. Untungnya kami tidak perlu membeli tiket karena tiket masuk ke DisneySea sudah kami beli di Indonesia seharga JPY 6.900. Saat itu kami masih mendapatkan harga lama. Ternyata bila beli tiket on the spot, harganya sudah JPY 7.200. Lumayan bisa menghemat JPY 300 per orang.
    Wow! Begitulah kesan yang muncul saat pertama kali menginjakkan kaki di Tokyo DisneySea. Arena bermain ini sangat luas dan terbagi menjadi beberapa tema, di antaranya American Waterfront, Mediterranian Harbor, Port Discovery, Lost River Delta, Mysterious Island, Arabian Coast, dan Mermaid Lagoon. Perlu diketahui, ada beberapa wahana yang menjadi favorit di sini sehingga bukan tidak mungkin antriannya akan sangat panjang. Untuk mengurai antrian, pihak Disney memberikan fasilitas fast pass bagi Anda yang ingin mengefektifkan waktu. Anda hanya harus scan barcode tiket Anda di booth fast pass yang terletak di wahana yang Anda naiki, kemudian akan keluar tiket yang menunjukkan kapan waktu Anda harus kembali ke wahana itu. 

    Bagi saya, permainan yang paling menarik adalah Raging Spirits dan Indiana Jones Adventure. Keduanya berada di area Lost River Delta. Karena antrian masih cukup sepi, maka kami tidak perlu memakai fasilitas fast pass. Kedua permainan ini cukup menegangkan dan sepertinya kurang cocok untuk anak kecil.

    Ragging Spirits (Photo Credit by http://www.tokyodisneyresort.jp)

      

    Indiana Jones Adventure (Photo Credit by http://www.tokyodisneyresort.jp)

     

    Oh iya, di DisneySea terdapat beberapa transportasi yang memungkinkan kita untuk pindah dari area satu ke area lainnya, yaitu transit streamer line dan electric railway. Port transit steamer line (semacam boat) berada di area Lost River Delta, Mediterranian Harbor, dan American Waterfront. Sedangkan stasiun untuk electric railway terdapat di Port Discovery dan American Waterfront.
    Selesai bermain di area Lost River Delta, kami pindah ke area Mysterious Island yang letaknya berada di tengah DisneySea. Di sini juga terdapat wahana yang menjadi favorit, yakni Journey to The Center of The Earth dan 20.000 Leagues Under The Sea. 

    Journey to The Journey of The Earth (Photo Credit by http://www.tokyodisneyresort.jp)

      

    20.000 Leagues Under The Sea (Photo Credit by http://www.tokyodisneyresort.jp)

     

    Sudah tengah hari saat kami selesai menjajal atraksi di area Mysterious Island. Kami pun membuka bekal makan siang kami. Sebenarnya terdapat banyak restoran di sini, tapi karena kami ingin lebih berhemat maka kami membeli bento sebelum berangkat ke DisneySea.

     

    Bersantai Saat Makan Siang

     
    Semakin siang Tokyo DisneySea semakin ramai pengunjung. Antrian di tiap-tiap wahana pun sudah mengular. Kami mencoba memakai fast pass untuk atraksi Strom Rider di area Port Discovery dan kebagian jam 02.00 pm, berarti masih ada waktu satu jam untuk berjalan-jalan. Kami pun mencoba menaiki electric railway dari Port Discovery ke American Waterfront. Sesampainya di American Waterfront, kami berfoto-foto di area itu, sungguh sangat menggambarkan Amerika tempo dulu. 

    Di Area American Waterfront

    Puas bermain di area Lost River Delta, Mysterious Island, dan Port Discovery, kami pun mencoba permainan di area yang biasanya lebih disukai oleh anak kecil, Arabian Coast dan Mermaid Lagoon.
    Di Arabian Coast, Anda bisa menemukan Carousel, Jamine’s Flying Carpet, Sinbad’s Storybook, dan The Magic Lamp Theater. Bermain di wahana Carousel dan Jasmine’s Flying Carpet membawa kita kembali ke masa kecil. 

     

    Di Depan Arabian Coast

     
    Pada atraksi Sinbad’s Storybook, kita akan menaikin perahu dan melihat petualangan Sinbad dalam bentuk 3D berupa boneka-boneka yang bisa bergerak di kanan-kiri perahu. Pertunjukan ini berlangsung kurang lebih 15 menit. The Magic Lamp Theater akan menyuguhkan kita pentas sulap yang merupakan perpaduan sulap konvensional dan sulap digital. Anda harus memakai kacamata 3D. Area berikutnya yang kami eksplor adalah Mermaid’s Lagoon. Area ini khusus diperuntukkan bagi anak kecil karena permainannya pun hanya cocok untuk anak kecil, menurut saya. Kami hanya menaiki wahana Blowfish Balloon Race, Jumpin’ Jellyfish, dan Flying Fish Coaster. 

    Pukul 04.00 pm adalah saatnya festival di Tokyo DisneySea. Beragam karakter Disney beratraksi di penjuru taman bermain maupun di atas kapal. Terdapat juga penari-penari yang semakin menyemarakkan suasana. Bila saat festival tiba, wahana steamer line dan Venetian Gondola tidak beroperasi.
    Wahana terakhir yang kita coba adalah Tower of Terror di area American Waterfront. Namun, sebelumnya kami mencoba naik steamer line dari port Lost River Delta ke port American Waterfront.

    Di Depan Tower of Terror

    Tak terasa sudah pukul 06.00 pm. Angin dari laut semakin kencang dan suhu mendadak menjadi lebih dingin. Kami pun menyudahi kunjungan kami ke Tokyo DisneySea. Karena free shuttle dari Best Western tidak termasuk penjemputan saat pulang, maka kami pun pulang naik kereta. Dari stasiun Tokyo DisneySea, kami menuju stasiun Resort Gateway. Dari Resort Gateway kami harus berjalan 300-500 m untuk menuju JR Maihama Sta. Dari JR Maihama Sta, ambil jalur Musashino Line dan turun di Nishi-Funabashi. Setelah itu, ambil jalur Tozai Line dan turun di Nishi-Kasai.

    Sekian pengalaman kami di Tokyo DisneySea! 

    Itinerary Liburan ke Jepang (Hari #1) : Berburu Sakura di Tokyo

    Dengan menggunakan direct flight malam pukul 11.30 pm, saya dan suami tiba di Haneda International Airport sekitar pukul 08.00 am. Setelah beres urusan imigrasi dan ambil bagasi, kami pun beranjak untuk berburu wifi router. Biasanya orang-orang yang berlibur ke Jepang akan membawa wifi router yang disewa dari Indonesia, tapi berhubung saya sudah kehabisan, jadi saya berniat menyewa di bandara saja.  Harga sewa wifi router termurah yang kami dapatkan adalah JPY 12.000 (JPY 1 = IDR 121) untuk 10 hari. Karena kami merasa harga itu terlalu mahal , maka kami memutuskan untuk tidak menyewa wifi router dan hanya mengandalkan wifi yang tersedia di tempat umum.

    Hal berikutnya yang kami lakukan adalah mencari informasi soal transportasi. Ada beberapa one day pass untuk kereta api di bawah bendera JR Group ataupun metro dan subway. Kami memang memiliki JR Pass untuk tujuh hari, namun karena total kami berada di Jepang adalah 10 hari, maka  sisa tiga hari tidak di-cover oleh JR Pass. Ternyata tempat kami menginap, yaitu Best Western Nishi-Kasai (yang dekat dengan stasiun Nishi-Kasai) tidak di-cover oleh one day pass manapun, maka kami pun tidak jadi membeli one day pass. Informasi seputar one day pass akan saya post di tulisan tersendiri.

    Berikut itinerary hari pertama (10 April 2016) :

    • Menuju Best Western Nishi-Kasai untuk titip koper dan ganti baju.
    • Imperial East Garden
    • Shinjuku Gyoen Park
    • Shinjuku, Harajuku, Shibuya
    • Ueno Park

    Bagi Anda yang kebetulan akan menginap di Best Western Nishi-Kasai, saya akan menjelaskan transportasi dari airport menuju hotel tersebut. Kawasan Nishi-Kasai dapat dicapai dengan menggunakan metro. Dari International Arrival Building Station, kita bisa naik kereta Toei Subway Asakusa Line dan turun di Nihombashi. Kemudian pindah ke Tozai Line dan turun di Nishi-Kasai. Best Western terletak sekitar 300 m dari Nishi-Kasai Sta. Kalau Anda bingung, coba tanya saja ke polisi di mana letak Best Western Nishi-Kasai. 

    Destinasi wisata pertama, Imperial Palace East Garden. Karena berada dekat Otemachi Sta, Imperial Palace East Garden cukup mudah dicapai dari hotel kami karena Otemachi Sta berada satu line dengan Nishi-Kasai Sta melalui Tokyo Metro Tozai Line. Berhubung Otemachi Sta sangat luas dan terintegrasi dengan beberapa line, maka cara tercepat untuk menemukan pintu exit yang tepat adalah dengan bertanya kepada petugas. Akhirnya tibalah kami di pintu exit yang tepat, yakni di gedung Imperial Palace Hotel. Imperial Palace East Garden berada tepat di depan hotel tersebut.

    Kami beruntung bisa berkunjung ke Imperial Palace East Garden pada  hari Minggu karena jalan di depannya car free day hampir sepanjang hari sehingga kita bisa bersepeda di area itu.

    Jalan di Depan Imperial Palace East Garden

    Untuk masuk ke Imperial East Garden tidak dipungut biaya. Anda hanya harus mengambil kartu kemudian pada saat keluar, kartu itu harus dikembalikan. Ketika berada di dalam taman tersebut, Anda bisa melihat banyak pengunjung berpiknik di hamparan rumput hijau atau di bawah pohon Sakura. Sayang sekali kami tidak membawa peralatan piknik sehingga kami hanya berjalan-jalan menikmati keindahan Sakura yang masih tumbuh lebat saat itu. 

    Pintu Masuk Imperial Palace East Garden

    Selesai menjelajah Imperial East Garden, kami pun kembali menuju Otemachi Sta untuk pindah ke JR Tokyo Station (hanya perlu berjalan kaki untuk pindah station). Tujuan kami selanjutnya, yakni Shinjuku, Harajuku, Shibuya, dan Ueno, dilewati oleh JR Yamanote Line Inner Loop. 

    Shinjuku Gyoen bisa dicapai dari Shinjuku Sta (new south exit) dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Biaya masuknya JPY 200. Anda bisa melihat Sakura bermekaran dengan cantik di sini. Selesai dari sini, kami pun naik kereta lagi ke Harajuku melalui JR Yamanote Line. Anda akan menemukan banyak orang berpenampilan ajaib layaknya tokoh-tokoh pada manga. Kami tidak membeli apa-apa di area ini karena beberapa outlet memang cukup mahal. 

    Untuk menuju ke tujuan kami selanjutnya, yakni Shibuya Crossing, kami memutuskan untuk jalan kaki saja, kurang lebih 1 km. Lumayan, kami bisa cuci mata melihat jajaran toko yang apik dan desain-desain bangunan yang tidak ada di Indonesia.

    Suatu Perempatan di Dekat Harajuku

    Setelah sekitar 15 menit berjalan, tibalah kami di Shibuya Crossing yang terkenal itu. Begitu menakjubkan melihat orang-orang menyeberang jalan secara bersamaan dari lima arah yang berbeda. Momen menyeberang jalan itu banyak diabadikan oleh fotografer. Di dekat Shibuya Crossing yang bersisian dengan JR Shibuya Sta, Anda akan menjumpai patung Hachiko, anjing yang sangat terkenal itu.

    Berfoto Bersama Hachiko

    Bila Anda memiliki waktu lebih, boleh dicoba untuk mengantri di Genki Sushi. Katanya, sushi di tempat tersebut paling enak dan paling murah. Karena antriannya cukup panjang, kami mengurungkan niat untuk makan di sana. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pm, saatnya kami menuju Ueno Park untuk menikmati Illumination Festival di Ueno Park yang biasanya diselenggarakan pada saat Sakura mekar. Beruntung kami tiba di Jepang pada saat hari terakhir diselenggarakannya Illumination Festival.

    Bunga Sakura Pada Saat Malam di Ueno Park

    Melihat bunga Sakura ditimpa cahaya-cahaya lampion sungguh sangat indah. Meski sudah malam, masih banyak orang yang melakukan hanami alias piknik di bawah pohon Sakura. Banyak kedai penjual makanan pada saat Illumination Festival. Masih di dalam Ueno Park, bila kita berjalan ke Toshogu Shrine yang di dekat danau, maka kita akan menemukan kedai-kedai penjual makanan. Makanan yang dijual bervariasi, ada mie goreng, takoyaki, okonomiyaki, sosis panggang, dan lain sebagainya. Harga per porsi rata-rata JPY 500.

    Setelah puas berjalan-jalan dan makan di Ueno Park. Kami pun kembali ke hotel. Oh iya, sebagai tambahan informasi, tepat di depan JR Ueno Station terapat kedai udon yang lumayan murah. Kita hanya perlu memasukkan koin ke vending machine dan memilih makanan apa. Kemudian serahkan receipt yang keluar dari vending machine itu ke penjaga kedai. Dalam sekejap, makanan akan tersaji. Suami memutuskan untuk makan (lagi) di kedai itu.

    Untuk mencapai Nishi-Kasai Sta, kami tidak lagi menggunakan jalur Yamanote Line Inner Loop dari Ueno Sta karena Nishi-Kasai Sta tidak dilewati oleh Yamanote Line Inner Loop.Dari Ueno Sta, kami mengambil jalur Ginza Line tujuan Shibuya dan turun di Nihombashi. Dari Nihombashi, pindah jalur ke Tozai Line tujuan Nishi-Funabashi dan turun di Nishi-Kasai Sta.   

    Selesai sudah petuangalan kami hari pertama di Jepang. Meski tidak banyak tempat di Tokyo yang yang kunjungi, tapi dengan jalur kereta yang tepat, maka perjalanan akan efektif. Jadi, saran saya, tentukan tujuanmu lalu cek di rutenya di Google Map atau Hyperdia.

      Menikmati Keindahan Gunung Fuji dari Danau Kawaguchiko

      The Mountain which is standing alone. Ya, di antara sekian banyak gunung yang berjajar di dataran Jepang, Fuji-san hanya berdiri sendirian, begitu megah dan begitu indah, terutama manakala puncaknya tertutupi es. Itulah yang membuat gunung yang satu ini menjadi icon Jepang dan sangat terkenal hingga masuk ke dalam kategori Unesco the world heritage.

      Gunung Fuji dikelilingi oleh lima danau. Danau yang terbesar adalah Danau Kawaguchiko. Bagi Anda yang baru pertama kali mengunjungi kaki Fuji-san, ada baiknya Anda datang ke area Kawaguchiko.

      Musim yang paling tepat mengunjungi Kawaguchiko adalah spring season atau musim semi, di mana meski udara masih dingin namun Anda masih bisa melihat bunga Sakura bermekaran di mana-mana. Selain itu, salju di puncak Fuji-san saat musim semi juga masih ada. Musim lain yang patut dipertimbangkan untuk mengunjungi Fuji-san adalah autumn season atau musim gugur.

      Perjalanan ke Kawaguchiko bisa melalui kereta atau bus. Ada highland bus yang berangkat dari Tokyo Station, Shinjuku Station, Kyoto Station, dan lain-lain. Anda juga bisa naik kereta dari Tokyo menuju JR Otsuki Station. Setelah itu, disambung dengan Fujikyu Railway (private railway) ke Kawaguchiko Station.

       

      Kawaguchiko Station Dilatarbelakangi Gunung Fuji

       
       Banyak wisatawan yang hanya melakukan tur satu hari di Kawaguchiko. Namun, sebenarnya menikmati keindahan area Kawaguchiko tidak cukup hanya satu hari. Sangat disarankan untuk menginap setidaknya satu malam di sini. Perlu diketahui, aktivitas di area ini berhenti di pukul 19.00. Namun, ada 7/11 dan Lawson yang buka 24 jam.

      Cara terbaik untuk mengeksplor area Kawaguchiko adalah dengan membeli tiket terusan Retro Red Line Bus ( 1 day pass or 2 pass). Bus ini akan mengantar Anda ke tempat-tempat wisata terkenal di Kawaguchiko. Anda bebas naik dan turun di halte-halte yang dilewati Retro Red Line Bus.

      Namun, tidak semua tempat wisata di Kawaguchiko perlu dikunjungi. Salah satu tempat dengan pemandangan Gunung Fuji terbaik adalah dengan naik ke Mt. Tenjo melalui Kachi-Kachi Ropeway yang bisa ditempuh dengan jalan kaki 800 meter dari Kawaguchiko Station. Harga masuk Kachi-Kachi Ropeway pada April 2016 adalah JPY 800 per orang.

      Berdekatan dengan dengan Kachi-Kachi Ropeway terdapat pier Sight Seeing Boat atau disebut juga Pleasure Boat. Dengan menaiki boat ini, wisatawan akan dibawa ke seberang Danau Kawaguchiko agar bisa melihat pemandangan Gunung Fuji. 

      Pemandangan dari Kachi-Kachi Ropeway

       
      Menjelang sore hari antara pukul 16.00-17.00 adalah waktu yang tepat untuk bersantai menikmati semilir angin di tepi Danau Kawaguchiko. Di tepi Danau Kawaguchiko yang dekat dengan pier Pleasure Boat, Anda akan menemukan karang yang menjorok ke danau. Di atasnya terdapat beberapa tempat duduk. Tempat itu relatif sepi pada pukul 16.00-17.00 karena wisatawan lainnya masih sibuk dengan hopping tempat wisata di area Kawaguchiko. 

       

      Lake Kawaguchiko

       
      Damai rasanya ketika kita meluangkan waktu dengan duduk di tepi danau dan benar-benar menikmati keindahan danau. Pada waktu musim semi di pertengahan April, bila Anda berjalan ke arah Lake Kawaguchiko Hotel (tak jauh dari karang yang menjorok ke danau tadi), Anda akan menemukan jalan yang salah satu sisinya ditanami banyak pohon Sakura. Pemandangan di tempat itu sungguh sangat menakjubkan.

      Bunga Sakura di Tepi Danau Kawaguchiko

       
      Tempat wisata lain yang bisa dikunjungi adalah Chureito Pagoda. Pada musim semi pertengahan April 2016, Sakura sedang full bloom di sini. Sebelum jam 07.30 saja sudah banyak fotografer memadati Chureito Pagoda. Wajar saja banyak fotografer di sana karena terdapat spot di mana mereka bisa mengambil gambar Chureito Pagoda dan Sakura yang dilatarbelakangi Gunung Fuji.

      Chureito Pagoda tidak termasuk jalur yang dilewati Retro Red Line Bus. Menuju ke sana, wisatawan perlu naik kereta dari Kawaguchiko Station ke Shimoyosida Station sekitar 13-15 menit. Saat keluar dari Shinoyosida, Anda tak perlu khawatir akan tersesat karena ada bendera yang ditancapkan di tanah sebagai penanda jalur yang harus ditempuh ke Chureito Pagoda.

       Edit   
      Saat musim semi di bulan April, ada spot lainnya di mana wisatawan bisa menikmati keindahan bunga Sakura, yakni Oshino-Hakkai. Untuk menuju ke sana, Anda hanya perlu membeli tiket bus ke Gotemba. Halte Oshino-Hakkai akan dilewati bus yang menuju Gotemba tersebut.

      Bila Anda kebetulan mengunjungi Kawaguchiko dan bunga Sakura sudah rontok, ada cara lain untuk mengobati kekecewaan Anda. Dari pertengahan April hingga akhir Mei akan ada Shibasakura Festival di mana akan terdapat banyak bunga phlox moss berwarna pink di kaki Gunung Fuji. 

      Untuk menuju ke Shibasakura Festival wisatawan hanya perlu membeli tiket round trip bus Shibasakura Liner. Biasanya di kantor tiket juga menawarkan paket entrance fee dan round trip.

      Bagi wisatawan yang gemar memacu adrenalin, di Kawaguchiko terdapat theme park bernama Fujikyu Highland. Taman bermain itu terkenal karena terdapat roller coaster yang lintasannya panjang, berputar-putar dan sangat tinggi. Menuju Fujikyu Highland hanya memerlukan waktu sekitar lima menit dengan kereta dari Kawaguchiko Station.

      Bagi Anda yang akan berlibur ke Jepang, ada baiknya mempertimbangkan untuk mengunjungi Kawaguchiko area. Selamat berlibur! 

      Menjelajahi Arashiyama, Dari Saga Scenic Railway Hingga Bamboo Groves

      Seorang teman pernah mengatakan kepada saya, “Tyas, menikmati Kyoto itu nggak cukup satu hari, minimal dua hari deh.”  Perkataan itu muncul karena saya bercerita bahwa saya hanya akan berjalan-jalan di Kyoto satu hari saja.

      Akhirnya saya menuruti saran teman saya itu. Saya tinggal di Kyoto selama empat hari tiga malam. Dalam empat hari itu, ada satu hari saya sempatkan mengunjungi Dotonbori di Osaka. 

      Distrik Arashiyama merupakan tempat favorit saya di Kyoto. Keindahan alam perbukitan yang serba hijau, sungai yang bersih, dan tata kota yang unik membuat saya terpukau.

      Ada beberapa tempat terkenal di Arashiyama. Di antaranya Togetsukyo Bridge, Bamboo Groves, kuil-kuil di Arashiyama, dan banyak lagi. Kali ini saya ingin bercerita tentang rute petualangan saya di Arashiyama.

      Tempat wisata pertama yang saya kunjungi adalah Saga Scenic Railway atau sering juga disebut Saga Romantic Railway.  Saga Scenic Railway adalah rute kereta wisata sepanjang 7 km yang membentang dari Saga Arashiyama ke Kameoka. Kita bisa memilih memulai perjalanan dari Saga Arashiyama atau dari Kameoka.

      Penampakan Kereta Saga Scenic

      Saga Scenic Railway memiliki stasiun sendiri yang letaknya tidak jauh dari JR Station. Bila kita berangkat dari Saga Arashiyama, maka kita tinggal menuju stasiun Torokko Arashiyama Station (persis di sebelah JR Saga Arashiyama Station). Bila kita berangkat dari Kameoka, maka departing point – dimulai dari Torokko Kameoka Station (dekat dengan JR Umahori Station). Kereta Saga Scenic berangkat tiap satu jam (jadwal di Torokko Arashiyama Station adalah 09.07, 10.07, 11.07, 12.07, dan seterusnya hingga terakhir sebelum pukul 16.00). Harga tiketnya JPY 62o one way.

      Saya sendiri memilih berangkat dari Torokko Arashiyama Station. A breathtaking view started to come when the train finally departed. Jalur kereta itu bersisian dengan sungai, terkadang membelah bukit, dan melewati jembatan. Dari kereta kita bisa melihat Hozu River dan  perbukitan yang serba hijau. Terkadang ada pula pohon berwarna kuning dan merah. Kebetulan karena saya pergi saat spring season, maka masih banyak bunga Sakura bermekaran. Oh iya, selain spring season, autumn season juga musim yang bagus untuk menikmati pemandangan di Saga Scenic Railway.

      Pemandangan dari Kereta

      Di Dalam Kereta

       
      Saat tiba di Torokko Kameoka Station, ada tiga cara untuk bisa kembali ke area Arashiyama. Pertama, melalui kembali rute Saga Scenic Railway. Kedua, menuju stasiun terdekat yakni JR Umahori. Ketiga, dengan menggunakan Hozu River Boat.

       
      Saya memilih yang ketiga, yakni melalui Hozu River dengan menggunakan boat. Setelah keluar dari Torokko Kameoka Station, kita akan menjumpai spot parkir bus yang menuju Hozu River Boat Terminal. Bus akan berangkat satu jam sekali. Harga sekali naik adalah JPY 310. Siapkan uang pas ya. 

      Jadwal Bus ke Hozu River Boat Terminal

       

      Foto Bersama Suami Sambil Menunggu Bus Datang

       
      Siapkan kocek sebesar JPY 4.200 ya untuk ikut tur melalui Hozu River Boat. Agak mahal memang, tapi semuanya terbayar puas kok. Jalur Hozu River Boat melalui sungai berbatu-batu besar dan arusnya cukup deras. Namun uniknya, boat ini tidak menggunakan tenaga mesin sama sekali, tetap menggunakan tenaga empat orang manusia. 
      Pemandangan sepanjang sungai sulit digambarkan dengan kata-kata, sungguh sangat indah. Terkadang adrenalin kita sedikit terpacu saat and boat meluncur turun di arus yang deras atau saat harus melewati bebatuan tanpa menabrak.

       

         
       
      Perjalanan menggunakan  boat memakan waktu 1,5 jam. Kebetulan sudah lewat jam 14.00 dan kami belum makan siang sehingga lapar sekali. Tak disangka di tengah perjalanan boat, ada boat lainnya mendekat yang ternyata adalah penjual makanan. Boat yang kami tumpangi pun berhenti untuk memberikan kesempatan kepada penumpang untuk makan.

      Kami pun tiba di boat pier yang ternyata terletak sangat dekat dengan Togetsukyo Bridge yang terkenal itu. Langsung saja kami foto-foto di tempat jembatan Togetsukyo.

       

      Di Jembatan Togetsukyo

        

      Latar Belakang Togetsukyo Bridge

       

      Setelah puas berfoto di Togetsukyo Bridge, kami pun segera mencari makan siang di daerah situ. Tenang, ada banyak kedai makan yang sangat menggugah selera. Saya dan suami memesan Beef Curry Udon dan Tamago Miso Udon. 

      Saatnya menuju Bamboo Groves. Tempat itu sebenarnya merupakan jalan sepanjang 700 meter yang kanan-kirinya ditanami bambu-bambu. Suasanya asri, namun menurut saya tetap ada kesan spooky karena ada beberapa spot pemakaman di sana.

       

      Bamboo Groves

       
      Selain tempat-tempat yang saya kunjungi tadi, masih banyak tempat wisata lainnya. Namun karena badan rasanya sudah terlalu lelah, maka kami pun beranjak pulang. JR Saga Arashiyama berada tak jauh dari Bamboo Groves. Berikut saya posting peta wisata di Arashiyama ya.

       

      Saga Arashiyama Map