Berhenti Bermimpi Saat Ini

Huff… Kadang apa yg kita mau memang sulit tercapai. Ketika masih TK atau SD, nggak ada beban yg nangkring di belakang punggung… Sekarang semuanya harus aku coba tanggung sendiri, kdng bersama tmn2…

Umurku udah 20, udah 2 taun melewati masa transisi remaja menuju dewasa. Aku hanya coba untuk berpikiran dewasa… untuk berpikir mengenai masa depanku… untuk menyadari bahwa kini hidupku memang aku yg punya, bukan orang tuaku lagi… untuk menyadari bahwa hidup bisa menjadi lebih sulit tanpa harus diratapi…

Impianku sejak TK, SD, hingga saat ini mengalami pengikisan. Pengikisan dasyat. Aku semakin takut untuk bermimpi hari-hari ini, takut kenyataannya tak seindah bayanganku dulu. Di masa kecil, semua optimisme terasa mantap dan aku sangat yakin akan impianku…

Namun sekarang tatkala aku harus menghadapi dunia nyata yang benar2 nyata, pesimis pun datang mengintai. Jalan di depan tak selurus yg aku bayangkan… Mulailah impianku terkikis. Aku mulai berkata, “Terserah bagaimana nantinya…” bukannya berkata, “Nanti bagaimana?”

Meski demikian, aku sangat sadar bahwa “BERHENTI BERCITA-CITA ADALAH TRAGEDI TERBESAR DALAM HIDUP MANUSIA” (Andrea Hirata). Namun bagaimana aku harus mulai bermimpi lagi? Siapa saja, ajari aku untuk bermimpi lagi… Isilah otakku yg telah beku dgn secercah api. Aku takut kebekuan itu menular hingga seluruh tubuhku…

Let me dream… Can I be a dreammer?

22 September 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s