The Revolution Will Not Be Televised

Film The Revolution Will Not Be Televised merupakan sebuah film documenter yang menceritakan gagalnya kudeta atas Presiden Hugo Chavez di Venezuela pada tahun 2002. Tahun 1998 Chavez menang nutlak dalam Pemilu yang demokratis di negara yang memiliki nama resmi República Bolivariana de Venezuela itu.

Venezuela merupakan negara penghasil minyak tersebar keempat di dunia. Venezuela menjadi negara penting bagi Amerikam Serikat. Oleh karena itu, kepemimpinan Hugo Chavez dirasa menjadi ancaman bagi Amerika Serikat. Dalam programnya, Chavez ingin membebaskan Venezuela dari dominasi baru kebijakan pasar bebas yang dipaksakan Washington.

Pendukung terbesar Chavez adalah rakyat miskin yang merupakan 80 persen dari seluruh penduduk Venezuela. Walau Venezuela adalah penghasil minyak terbesar, hanya kaum minoritas yang menguasai kekayaan negara. Chavez berjanji mendistribusikan kekayaan dan menyetarakan rakyat dalam proses politik.

Chavez sering mengunjungi langsung rakyatnya dan mendengarkan keluhan mereka. Hampir setiap minggu Chavez mendengarkan keluhan rakyatnya secara langsung lewat pembicaraan telpon melalui televisi yang disiarkan secara live oleh TV pemerintah Channel 8. Tiap warga bisa berbicara langsung dengannya melalui telepon.

Sementara itu, televise swasta tidak mendukung kebijakan yang dikeluarkan Chavez. Mereka cenderung menjelek-jelekkan Chavez di hadapan khalayak. Pernah ada kaum oposisi yang mengatakan Chavez adalah “anak” Fidel Castro, pencetus komunisme di Kuba. Bahkan ada pula yang mengatakan Chavez menderita cacat mental dan transisi Venezuela harus dimulai tanpa Chavez.

Sebelumnya pemerintah Venezuela melakukan sensor terhadap media. Pada masa pemerintahan Chavez, kebebasan berekspresi bagi siapa saja benar-benar terjamin. Setiap hari Chavez bersaing dengan media swasta untuk menarik perhatian rakyat. Saat itu ada lima televisi swasta yang dikuasai oleh beberapa pemegang kepentingan ekonomi di Venezuela.

Melalui Channel 8, Chavez melawan TV-TV swasta dengan pidatonya. SAlah satu pidato itu berisi perlawanan terhadap terorisme. Ia secara tak lamgsung menyindir Amerika Serikat yang melawan terorisme dengan kekejaman Menurutnya, masih ada cara menegakkan perdamaian tanpa memakai kekerasan.

Collin Power memprihatinkan beberapa keputusan Chavez. Ia juga mempertanyakan arti demokrsi yang sering diserukan Chavez. Pemerintahan Amerika Serikat menyebut Chavez serupa dengan narko-teroris di Kolombia karena Chavez menguasai perusahaan minyak untuk negara dan menaikkan harga minyak untuk calon ekportir minyak.

Berbagai kelompok masyarakat terbentuk, baik pra pendukung Cahvez maupun yang menentang Chavez. Rakyat miskin yang mulanya tak percaya politik, saat itu mulai “melek” politik di bawah kepemimpinan Chavez yang menyerukan demokrasi dan partisipasi. Chavez bahkan menyuruh rakyatnya mengantongi Undang-Undang Dasar negaranya di dalam saku kemejanya dan menyuruh rakyat untuk membaca konstitusi jika mereka ingin membangun negaranya dan mencapai cita-cita pemimpin bangsa.

Sementara itu, kaum borjuis di Venezuela menganggap keputusa Chavez tidak mempublikkan perusahaan minyak adalah hal yang keterlaluan. Mereka tidak mau memberikan begitu saja kekayaan mereka. Kaum miskin sudah seharusnya menerima keadaan karena kaum borjuislah yang berusaha untuk mendapatkan kekayaan. Kaum borjuis menganggap revolusi Chavez hanya sebagai bentuk kediktaroran dan totalitarian. Pendistribusian 80% kekayaan negara hanya bisa terealisasi bila swasta tak lagi memegang hak atas perusahaan minyak.

Keputusan Chavez itu megundanng reaksi panas dari kaum oposisi. Dua pentolan kaum oposisi itu adalah Pedro carmona dan Caslos Ortega. Mereka mengadakan diskusi dengan pihak Amerika Serikat (AS) tentang kebijakan-kebijakan Chavez yang merugikan AS.

Beberapa jenderal Venezuela melalui TV swasta memberikan pernyataan bahwa Chavezlah penyebab kekacauan di Venezuela, sudah waktunya mundur atau akan ada yang memaksanya mundur. Para kaum oposisi berdemo di jalanan menyuruh Chavez mundur dari jabatan presiden. Sedangkan pendukung Chavez mengelilingi istana negara dan berkonsolidasi dengan pemerintah.

Bentrokan di depan istana negara antara pendukung Chavez dan kaum oposisi tak terhindarkan. Chavez pada saat itu berada di dalam istana negara bersama para menterinya untuk membahas keadaan negeri itu.

Televisi swasta ikut berperan besar pada bentorkan demonstrasi saat itu. Mereka memanipulasi gambar dan pemberitaan. Dikatakan bahwa para pendukung Chavez telah melakukan tindakan radikal terhadap kaum oposisi. Dikatakan bahwa pendukung Chavez menembaki kaum oposisi hingga terluka parah. Padahal dalam gambar tersebut tak ada satu pun kaum oposisi yang melewati jalan pendukung Chavez.

Channel 8 disabotase oleh kaum oposisi. Keterangan dari pihak Chavez tidak bisa disampaikan kepada publik. Sedangkan televisi swasta gencar melakukan pemberitaan yang berat sebelah. Chavez dikatakan sebagai pelanggar HAM dan penindas rakyat.

Kaum opisisi menuntut Chavez mundur dari jabatan, jika tidak istana akan dibom. Melalui para menterinya, Chavez menyatakan tak akan mundur dari jabatannya. Maka ia pun ditawan oleh kaum oposisi. Kaum oposisi berhasil merebut kendali istana negara. Pedro Carmona mengproklamirkan diri sebagai presiden. Keberadaan Chavez tidak diketahui.

Carmona membubarkan Mahkamah Agung, Mahkamah Sosial, Kejaksaan Agung, Badan Pemilihan Umun, dan Bank Sentral. Carmona menganggap pengangkatan dirinya sebagai pngganti Chavez adalah demokratis. Ia meminta rakyat internasional untuk turut serta mendukungnya.

TV swasta yang menyebarkan pemberitaan palsu mendominasi sehingga dunia luar tidak tahu bahwa Chavez tidak pernah mengundurkan diri. Namun, beberapa pendukung pemerintahah Chavez berhasil menghubungi jaringan TV internasional untuk menyiarkan kebenaran tersebut.

Rakyat, para anggota cabinet, dan para tentara berusaha untuk merebut kembali istana negara. Mereka menuntut Carmona untuk meninggalkan istana negara. Akhirnya Carmona keluar, tetapi ia mengosongkan brankas istana dan membawa uang negara besertanya. Namun, Carmona berhasil memberikan keterangan palsu bahwa keadaan baik-baik saja. Seantero Venezuela dan dunia tidak tahu bahwa istana negara sudah berhasil direbut kembali.

Kabinet menuntut agar Chavez tetap dibiarkan hidup. Wakil presiden memerintahkan tiga batalyon untuk menjemput Chavez di tempat tawanannya. Saat Chavez kembali, ia mengatakan bahwa rakyat sudah membuat sejarah untuk negaranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s