Dampak Positif dan Dampak Negatif Pocket PC Phone

Menurut perusahaan software Microsoft, Pocket PC adalah sebuah alat teknologi yang berukuran segenggam tangan yang memungkinkan pemakainya untuk mengirim dan mendapatkan email, berhubungan, membuat janji, mengerjakan tugas, bermain game multimedia, bertukar pesan lewat Windows Live Messenger, mengakses website, dan banyak lagi.

Pocket PC adalah piranti keras (hardware) yang terspesifikasi sebagai computer berukuran telepon genggam (personal digital assistant) yang menjalankan sistem operasi Windows Mobile. Alat ini juga memiliki kegunaan untuk mejalankan sistem operasi alternatif, seperti NetBSD, Linux, Android, dan lain-lain. Selain itu, Pocket PC memiliki kegunaan menampilkan desktop seperti yang ada pada komputer.

Tentu saja terdapat ribuan aplikasi dalam Pocket PC, salah satunya adalah freeware. Beberapa jenis Pocket PC sudah termasuk dalam telepon selular. Pocket PC bisa digunakan sebagai GPS receivers, barcode readers, RFID readers, dan kamera.

Pada tahun 2007, dengan hadirnya Windows Mobile 6, Microsoft mengeluarkan nama “Pocket PC”. Alat tanpa kegunaan telepon selular dinamakan Pocket PC. Alat dengan kegunaan telepon selular dan touch screen dinamakan Windows Mobile Professional. Dan alat tanpa touch screen dinamakan Windows Mobile Standard Devices.

(www.wikipediafondation.org)

Dengan melihat kepada platform sistem informasi dan komunikasi elektronik global yang berbasiskan teknologi komputer (computer based information system), maka ada beberapa hal yang perlu dilihat sehubungan dengan komputer sebagai alat pengolah informasi dan alat untuk menyebarkan informasi tersebut. Sistem Komputer pada hakekatnya mempunyai fungsi-fungsi Input, Proses, Output, Strorage dan Communication. Ia juga paling tidak terdiri atas 5 komponen penting, yakni; hardware, software, procedure, brainware dan content dari informasi itu sendiri. Semua komponen itu harus berkerja dengan baik itu dan saling terintegrasi agar dapat melakukan fungsi-fungsi sebagaimana yang diharapkan. Data sebagai input untuk menghasilkan suatu informasi yang berdayaguna ditentukan oleh kehandalan brainware dalam menciptakan prosedur yang selanjutnya akan dikonkritkan dengan kehadiran software yang sesuai agar hardware dapat bekerja untuk mengolah dan menampilkan informasi sebagaimana yang ditentukan atau diharapkan.

Selanjutnya agar ia dapat berkomunikasi dengan komputer yang lain, maka ia harus satu bahasa dimana pembangunan jaringan kerjanya adalah harus sesuai dengan protokol komunikasi yang dipakai oleh para pihak, seperti antara lain Electronic Data Interchange/EDI (proprietary system) dan Internet protocol (open system). Dan oleh karena sistem tersebut saling terintegrasi dan terhubung secara online, maka hubungan komunikasinya menjadi bersifat real-time ke semua anggota dan seakan hadir dimana-mana secara ”ubiquotus”. (http://ekawenats.blogspot.com)

Dampak Positif dan Negatif

Menurut Rogers, dampak yang ada akibat munculnya teknologi komunikasi adalah interactivity, demassified, dan asynchronous. Rogers membagi media baru era interaktif, yaitu mikrokomputer, teleconferencing, teletext, videotext, interactive cable television, dan communication satellites. Semuanya dapat terangkum dalam media internet.

Interactivity atau interaktivitas sendiri adalah kemampuan sistem komunikasi baru (biasanya menggunakan kompter sebagai komponennya) yang mana pengguna, biasanya terdiri dari individu, terlibat dalam sebuah percakapan. Syarat interaktivitas yaitu kita harus punya jalan keluar ke tempat semula dan bisa digunakan pengguna sesuai keinginannya.

Pocket PC menawarkan berbagai kemudahan. Penggunanya akan dengan mudah membawa-bawanya. Selain itu, Pocket PC dilengkapi dengan tampilan desktop seperti dalam komputer. Pengguna bisa mengakses internet, mengirim dan menerima email, serta chatting. Interaksi bisa berjalan lebih mudah karena kita tak perlu menghabiskan waktu dalam perjalanan untuk menemui orang lain. Kita bisa mengenal orang-orang di belahan dunia mana pun dengan penggunaan internet. Beberapa Pocket PC dilengkapi dengan kemampuan telepon selular, yang memungkinkan seseorang memiliki alat dengan berbagai fungsi.

Dampak buruk dari Pocket PC yang biasanya digunakan untuk mengakses internet ini adalah membuat rasa bersosialisasi bagi masyarakat menjadi rendah. Penggunanya menjadi candu dengan hal-hal instan dan bersosialisai merupakan hal yang membuang-buang waktu. Masyarakat terbentuk menjadi “kaku” karena mereka lebih sukan bersosialisasi tanpa tatap muka. Interaksi yang didapat melalui perantara Pocket PC-pun berkemungkinan untuk disadap. Kita tidak benar-benar tahu dengan siapa kita berbicara sebenarnya.

Demassified atau demasifikasi adalah sebuah perubahan dari penggunaan secara massal (massification) teknologi komunikasi menjadi penggunaan secara individual. Demasifikasi bisa juga diartikan sebagai sebuah era yang ditandai oleh semakin aktifnya user/ komunikan/ khalayak/ konsumen/ dalam penggunaan media yang dipakainya. Perusahaan kontrol berubah dari produsen ke konsumen. Konsumen dengan bebas memilih media sesuai pesan yang diinginkannya.



Dampak positif dari Pocket PC adalah memudahkan pengguna dalam berbagai hal (masih dengan penggunaan internet melaluinya). Setiap orang bisa melakukan semua hal secara individual meski hal-hal yang semula dilakukan secara massal. Salah satunya adalah e-commerce, di mana orang tidak perlu lagi pergi ke suatu tempat untuk berbelanja. Orang tidak perlu bertemu dengan penjual, melakukan tawar- menawar atau berinteraksi. E-banking memudahkan kita melakukan transaksi atau penyimpanan uang. Dengan adanya e-banking, orang bisa menghindari birokrasi rumit yang biasanya dilakukan di bank.

Namun, dampak negatif dari munculnya Pocket PC, di manapun dan kapan pun penjahat bisa melakukan pembobolan secara privat. Bisa dibayangkan, para pelaku internet crime akan lebih mudah bersembunyi dalam pelaksaannya dibandingkan dengan menggunakan komputer atau laptop. Uang yang dicuri tidak terlihat, namun saldo seseorang bisa langsung lenyap dalam sekejap.

Asyncronous berarti proses komunikasi massa yang memiliki unsur keserempakan tidak lagi berlaku di era interaktif, di mana para pengguna media komunikasi interaktif dapat melakukan kegiatan secara individual. Pesan yang disebarkan tidak harus diterima secara serempak oleh khalayak, melainkan tergantung saat khalayak media interakif membuka akses terhadap media yang mereka pilih.

Pocket PC memudahkan khalayak mencari informasi yang mereka inginkan kapan pun dan di mana pun. Pengguna tidak lagi harus menunggu jadwal berita di televisi atau menunggu datangnya tukang koran sehingga harus telat berangkat kerja. Dengan sekali “klik”, berita yang mereka inginkan pun muncul. Mereka tak lagi harus membolak-balik koran untuk menemukan berita dan informasi yang mereka cari.

Akan tetapi, kemudahan itu hanya bisa membuat orang mencari informasi yang mereka inginkan. Hal itu bisa berarti ia menolak informasi lain yang mungkin penting. Ia bisa menjadi seseorang yang miskin informasi global karena hanya mencari hal-hal yang dibutuhkannya.

One Comment Add yours

  1. rizal says:

    mntap😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s