Merindukan Sahabat yang Telah Mati

Tak ada gunanya duduk berlama-lama di sebelah batu nisan, di tengah kuburan kuno, dan disengat panasnya matahari siang. Namun jauh dari akal sehatnya, Mahesa tetap meratapi kematian sahabatnya setengah tahun lalu, berharap ia bangkit dari kubur. Mengapa orang yang dianggap paling mengerti dirinya malah pergi secepat itu? Bukankah sang sahabat berjanji akan menjadi pengiring pengantinnya tatkala Mahes menikah?

Tiada persahabatan yang lebih murni daripada persahabatan yang dijalinnya bersama sang sahabat. Setelah kematian sang sahabat, Mahes seperti hidup di antara “sahabat-sahabat palsu”. Adakah seseorang meninggalkan sahabatnya dan melupakannya? Adakah seorang seseorang membicarakan sahabatnya di belakang punggungnya dan bersikap manis di hadapannya? Adakah seseorang menyakiti hati sahabatnya sampai ke liang yang paling dalam? Itulah yang dilakukan para sahabat palsu kepada Mahes. Sang sahabat yang mati tak pernah melakukan hal itu.

Bohong bila Sindentosca berkata persahabatan bagai kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Mahes berpendapat persabatan bagaikan telur yang lama-lama akan menjadi busuk juga. Benar saat Gita Gutawa bernyanyi, “Bila nanti aku pergi jangan ingat-ingat aku lagi.” Jika memang hendak melupakan sahabat, nyatakanlah sejak awal, biarkan sahabat mempersiapkan diri.

Tidak, mulai saat ini, bahkan Mahesa tidak percaya lagi akan datangnya sahabat yang tulus. Dia memutuskan untuk memperlakukan semua temannya setara. Seraya tetap menangis, Mahes berbisik, “Temui aku di surga jika aku mati karena aku tak akan tahu keberadaanmu. Akan kuceritakan semua pengalaman hidupku selama sisa waktu ini pada saat itu.”

2 Comments Add yours

  1. piyo says:

    teman sejati memang sulit bgt didapet.. tapi stelah dia ada malah pergi terlalu cepat.. aku tau bgd rasanya kehilangan shabat sejati..sakit sekali melebihi segala apa yg telah hilang..

    aku juga baru bgd kehilanagan shabat…dn rasanya mematikan semangat hiduoku.. tapi aku yakin sahabatmu dn sahabatku pasti bhagia bila mlihat shabatnya berjuang untk semangat.. kesetiaan yg kita bisa skrng hanyalah selalu mendoakan dia..

  2. elisabetyas says:

    Piyo, thanks ya buat empatinya… Itu aku tulis udah lama sih… Terpukul banget waktu dia meninggal, she could be best friend for a lifetime. Tapi bener2 tanpa disangka perginya. I miss her…
    Makasih ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s