Chocolat karya Joanne Harris

Chocolat-Joanne Harris
Chocolat-Joanne Harris

Love will come to conquer it all…

Novel Chocolat karya Joanne Harris ini berlatar awal abad 20-an, di mana seseorang yang tidak beragama patut dimusuhi. Adalah Vianne Rocher dan Anouk Rocher, sepasang ibu dan anak yang hidupnya selalu berpindah tempat. Saat memasuki masa prapaskah (masa sebelum kematian dan kebangkitan Yesus Kristus), mereka memutuskan untuk tinggal di Lansquenet-sous-Tannes. Menurut penilaian Vianne, Lansquenet adalah tempat yang muram tetapi keamanannya terjaga. Warga Lansquenet terlihat tidak peduli dengan kedatangan mereka, namun diam-diam melayangkan pandangan mereka ke tempat tinggal Vianne dan Anouk.
Di hari berikutnya, Pastur Paroki Lansquenet, Francis Reynaud mendatangi rumahnya. Reynaud jelas sekali menganggap Vianne sebagai wanita nakal karena memiliki anak haram. Apalagi mengetahui kenyataan bahwa Vianne adalah seorang atheis. Reynaud tidak melewatkan misa pada hari Minggu untuk menyebarkan berita tentang sosok baru penghuni desa mereka. Orang-orang seperti Caroline Clairmont dan gengnya setuju dengan pendapat Reynaud.
Di rumah-toko yang disewanya, Vianne membuka toko cokelat bernama La Praline. Vianne mendapatkan warisan keahlian membuat cokelat dari ibunya. Meski ibunya adalah seorang peramal, ia tidak begitu tangkas dalam meramal. Ia lebih suka memasak. Bayangan masa lalu kehidupannya yang kelam selalu memenuhi pikirannya. Ia dan Anouk hidup berpindah jika angin sudah bepindah arah, seperti kehidupannya dahulu. Vianne tak pernah mengenal ayahnya, begitu juga Anouk.
Rupanya keberadaan toko ini tidak terlalu diterima karena dianggap terlalu mewah. Berkat khotbah Reynaud, semua orang menjauhi toko itu. Reynaud menyebutkan umatnya seharusnya tidak tergiur sesuatu yang mewah mengingat saat itu adalah masa puasa.
Akan tetapi, Vianne tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat cokelat buatannya disukai orang-orang. Ia selalu menyapa semua orang yang lewat dan memberi cokelat gratis. Beberapa orang cukup tertarik dan melirik ke arah toko namun tidak berani melangkah ke dalamnya. Beberapa jelas-jelas mencemooh. Hanya sedikit yang membalas sikap hangat Vianne, seperti Armande Voizin. Armande menjadi pengunjung setia La Praline dan menggunakan La Praline sebagai tempat pertemuan rahasianya dengan Luc Calirmont, cucunya. Ia selalu melihat ke arah Reynaud yang berada di lantai atas gereja untuk memberitahu bahwa ia tidak menuruti khotbahnya.
Setelah itu, Guillaume Duplessis juga beberapa hari dalam seminggu mengunjungi La Praline. Josephine juga datang untuk mencuri cokelat dan datang pada hari berikutnya untuk mengakui kesalahannya. Beberapa pengunjung lain datang dan merasa senang akan kemampuan Vianne menebak cokelat kesukaan mereka dan menghidangkan cokelat untuk mereka. Caroline Clairmont dan gengnya datang hanya untuk memberi penghinaan yang terselubung dalam sikap sopan.
Larisnya La Praline membuat Reynaud marah. Ia menganggap Vianne ingin menghancurkan masa Prapaskah dengan menawarkan kenikmatan duniawi. Adanya rencana festival cokelat membuat Reynaud menganggap Vianne ingin menodai hari suci Paskah. Padahal ide festival cokelat datang dari teman-teman sepermainan Anouk.
Beberapa hari sesudah mereka tinggal di Lansquenet, rombongan pengelana sungai datang ke desa mereka. Warga menyebut para pengelana itu adalah orang-orang Gipsi. Reynaud dan Caroline membuat aturan bahwa semua toko tidak boleh memberi apa yang para pengelana itu inginkan. Hanya Vianne yang terbuka pada mereka. Armande Voizin bersikap baik pada para pengelana yang tinggal di dalam rumah perahu mereka. Armande membelanjakan kebutuhan mereka atas namanya dengan sukarela. Pemimpin orang-orang Gipsi itu bernama Michel Roux. Roux membalas budi kebaikan Armande dan Vianne dengan membetulkan rumah-rumah mereka.
Kejadian berikutnya yang cukup menggemparkan adalah pelarian Josephine Muscat dari suaminya. Vianne yang telah berteman baik dengan Josephine menawarkan untuk tinggal di rumahnya. Reynaud telah menganggap Vianne keterlaluan karena menghancurkan Sakramen Pernikahan yang suci. Vianne berpendapat Josephine berhak meninggalkan suami yang selalu mengasarinya. Sejak saat itu, Josephine membantu membuat cokelat untuk dijual dan untuk festival cokelat. Dampak buruknya, Josephine tak lagi pergi ke gereja.
Pada suatu malam, Roux mengundang Armande, Vianne, Josephine, dan Anouk untuk berpesta di rumah perahu mereka. Pesta itu hanya pesta rakyat biasa. Pria dan wanita menari di dek kapal, para pria memainkan musik, anak kecil bermain di ujung kapal, dan orang-orang tua hanya duduk menikmati makanan. Reynaud mengetahui tentang pesta itu dan menganggap hal itu adalah hal maksiat. Ada orang lain yang membakar salah satu rumah perahu, yaitu Paul-Marie Muscat, suami Josephine. Reynaud tahu akan hal itu tetapi tidak menyebarkan kabar itu.
Sejak kebakaran yang menghancurkan salah satu rumah perahu, tepatnya milik Roux, para pengelana lebih jauh menambatkan rumah perahu mereka agar jangan terlalu dekat dengan Lansquenet. Roux sendiri memutuskan untuk tinggal di salah satu rumah kosong di Lansquenet, hanya untuk mengetahui siapa yang membakar rumah perahunya. Roux bekerja di rumah Armande dan di beberapa tempat. Sementara itu, Roux dan Josephine menjadi semakin dekat. Dan itu membuat Vianne cemburu karena Vianne diam-diam menyukai Roux.
Armande yang ternyata mengidap diabetes, jatuh sakit dan hampir meninggal. Caroline menyalahkan Vianne yang terlalu memanjakan Armande dengan memberikan cokelat-cokelat manis. Caroline membuat pamflet yang memprovokasi warga agar jangan datang ke festival cokelat Vianne.
Sementara itu, Armande berjanji akan menjadi pasien baik jika ia membuat sebuah pesta ulang tahunnya. Vianne dan Josephine yang ditugasi menyelenggarakan pesta itu. Armande mengundang orang-orang terdekatnya. Melalui Luc, Caroline mau datang ke pesta Armande. Di pesta itu, Caroline tidak menampakkan kesombongannya. Ia mampu bersikap baik dan ramah pada Vianne, Roux, Anouk, dan Josephine. Malam itu bukan hanya Armande yang berbahagia. Vianne merasakan perhatian Roux yang setulusnya. Roux mencium Vianne. Dan mereka bercinta di akhir pesta itu.
Pagi harinya, Armande ditemukan meninggal dengan senyum masih tersungging di bibirnya. Kebanyakan orang berduka atas meninggalnya Armande.Vianne menyadari bahwa pesta itu adalah alasan Armande untuk mengucapkan selamat tinggal. Hanya Reynaud yang merasa senang secara diam-diam karena penentangnya sudah tiada.
Kebencian Reynaud sudah mencapai puncaknya. Ia tidak bisa menasihati Paul-Marie yang akhirnya miggat dari desa itu. Selebaran Caroline untuk menghentikan festival cokelat juga rasanya gagal. Maka ia memutuskan untuk bertidak langsung. Malam sebelum Minggu Paskah, Reynaud memasuki La Praline untuk menghancurkan cokelat-cokelat buatan Vianne. Reynaud yang sudah 40 hari berpuasa dan berpantang memakan makanan enak, tergiur dengan cokelat-cokelat itu. Dengan rakusnya ia justru memakan cokelat-cokelat yang dipajang di jendela pajangan. Pagi harinya Vianne dan warga Lansquenet menemukan Reynaud tertidur di atas tumpukan cokelat. Setelah kejadian memalukan itu, Reynaud memutuskan untuk meninggakan desa secepat mungkin.
Festival cokelat pada Minggu Paskah berjalan dengan meriah. Dagangan Vianne laris manis. Warga Lansquenet berubah. Mereka bukan lagi orang-orang berwajah muram seperti pada saat Vianne datang untuk pertama kalinya. Mereka bukan orang-orang yang gemar mengucilkan orang lain. Warga Lansquenet menjadi orang-orang yang menyenangkan. Semua itu diawali dengan berdirinya La Praline dan adanya orang seperti Vianne di tengah mereka.
Akan tetapi, di dalam lubuk hati Vianne merasakan kegelisahan. Ia belum bisa melupakan Armande. Roux membuat hatinya pedih karena ia kini sudah tinggal serumah dengan Josephine. Angin sudah berubah arah menandakan ia dan Anouk harus pergi sesuai arah angin. Setelah semua perubahan yang dibuatnya, Vianne tak lagi merasa bergembira. Namun, ia tak tega melihat kebahagiaan di wajah Anouk. Vianne memohon dalam hati agar kali itu angin tak perlu membawanya serta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s