FAB Selenggarakan Kongres Kaum Muda Jawa Barat

Bandung, WARTA BIRU— Untuk memperingati ulang tahun ke-80 Sumpah Pemuda, Forum Aktivis Bandung (FAB) menggelar Kongres Kaum Muda Jawa Barat 2008 (28/10). Kegiatan ini bertempat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat Bandung. Acara yang berlangsung selama empat jam ini diisi dengan orasi politik yang bertajuk “Kepemimpinan Kaum Muda dalam Krisis Kebangsaan”.

Pada acara yang diorganisir mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung ini juga menghadirkan 14 orator, para seniman Bandung, dan kelompok seni lainnya. Orator-orator tersebut di antaranya: Dede Yusuf, Fadjroel Rahman, Radhar Panca Dahana, Yudi Chrisnandi, Usman Hamid, Budi Praptono, dan Yudi Latief.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini bukan sekadar rutinitas tetapi kita ingin mengulang sejarah tentang pentingnya semangat kaum muda,” ujar Dadang Sudarja, Ketua Panitia Kongres Kaum Muda.

Dadang mengungkapkan sejarah membuktikan bahwa kaum mudalah yang mampu membawa perubahan. Kaum muda diharapkan mampu berjuang di tengah era globalisasi yang tantangannya berat.

“Untuk ke depannya, FAB diharapkan bisa menjadi sebuah kekuatan politik untuk mengusung orang-orang muda yang berkualitas untuk tampil di Pemilu 2009, “ lanjut Dadang.

Hal senada juga diungkapkan Ketua FAB Radar Tri Baskoro dalam pidato pembukaan, “Kita mengalami penjajahan dari kaum elit bagi masyarakat kebanyakan. Ini waktunya generasi muda untuk memimpin.”

Acara ini dibuka dengan penampilan Lentera Nusantara yang membawakan doa kuno orang tua-orang tua Sunda. Kemudian disusul dengan pembacaan petikan Pledo Indonesia Menggugat oleh Seniman Wawan Sofan yang mendapatkan tepuk tangan para tamu.

Di sela-sela orasi, sekitar 1000 orang penonton dihibur dengan penampilan seniman asal Bandung Mukti-Mukti yang menyanyikan lagu sindiran bagi pemimpin bangsa. Iwan R.A Rachman, pecipta Hymne Universitas Padjadjaran, turut menyemarakkan acara.

Fadjroel Berkampanye

Fadjroel Rahman, dalam orasinya, menawarkan perbaikan bagi permasalahan di Indonesia. Ia mengatakan siap membela kaum buruh, nelayan, petani, dan pengangguran.

Ketika diwawancarai, Aktivis Presidium Wacana UI itu menyerukan, “Pilihlah saya menjadi presiden!”

Saat ini Fadjroel tengah mengusulkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) agar menyetujui perundang-undangan tentang calon presiden independen. Ia sendiri mencalonkan diri sebagai presiden independen pada Pemilu 2009. Namun, pencalonan itu harus menunggu keputusan MK.

Dalam orasinya, Fadjroel menantang para tamu tentang kesiapan mereka  menjadikan Indonesia pada tahun 2009 sebagai Republik Kaum Muda. Ia mengatakan sebagian besar bupati, gubernur, dan walikota saat ini berasal dari kaum muda.

“Kita melihat kaum muda dalam usia politik, bukan dalam usia biologis. Umumnya usia politik antara 40 tahun hingga 55 tahun, “ ujarnya.

Fadjroel menganggap kaum muda berpikiran lebih maju daripada generasi tua. Secara langsung ia menjabarkan jika ingin mendirikan Republik Kaum Muda, maka kaum muda harus melawan 10 penghalang. Sepuluh penghalang itu di antaranya: Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Abdurrahman Wahid, Amin Rais, Wiranto, Prabowo, Sutiyoso, Akbar Tanjung, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Memilih mereka berarti Anda berpola konservatif. Rezim ini tidak lebih dari perpanjangan tangan Orde Baru. Jadi Republik Kaum Muda adalah Republik Anti-Orde Baru, “ tegasnya. (Tys)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s