Laboratorium Bahasa Tingkatkan Kemampuan Menyimak

Bandung, Warta Biru—Hasil penelitian yang dilakukan Denny Iskandar September lalu mengungkapkan bahwa penggunaan media laboratorium bahasa mampu meningkatkan kemampuan menyimak bagi mahasiswa. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai media laboratorium bahasa dalam proses pembelajaran menyimak bagi para mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Tingkat Satu Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI), Bandung.

Penelitian yang terdapat dalam thesisnya yang berjudul “Penggunaan Media Laboratorium Bahasa dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyimak” ini terdapat perubahan signifikan terhadap mahasiswa dalam hasil menyimak. Setelah melakukan percobaan selama tiga kali, nilai yang didapat para mahasiswa semakin meningkat.

Ketiga percobaan tersebut dilakukan ke dalam tiga kondisi yang berbeda. Pertama, percobaan dilakukan di ruang kelas biasa dengan menggunakan tape recorder. Percobaan kedua dilakukan di ruang laboratorium dengan menggunakan  tape recorder dan pengeras suara. Percobaan ketiga dilakukan di dalam laboratorium bahasa, mahasiswa menggunakan headphone.

Denny membuktikan konsentrasi mahasiswa akan pecah jika kegiatan menyimak dilakukan di dalam kelas. Ketika sedang menyimak, gangguan mengobrol tidak terelakkan. Jika mahasiswa memakai headphone, maka tidak mungkin mahasiswa akan mengobrol dan pasti akan berkonsentrasi penuh.

“Suara yang didengar akan sama bagi mahasiswa yang duduk di belakang maupun di depan.  Saya lihat hasilnya, ternyata poin yang didapat mahasiswa jauh labih besar ketika praktik menyimak di lab daripada menyimak dengan menggunakan tape recorder di kelas,” kata Denny, Rabu (17/12).

Dalam penelitian ini, Denny menggunakan metode penelitian kelas (PTK), suatu metode yang berupaya untuk memperbaiki proses pendidikan. Dia berusaha memperbaiki hal itu karena selama ini mahasiswa hanya menggunakan media konvensional. Jika teks hanya dibacakan oleh guru, sulit untuk mengulangi karena nada dan intonasinya mungkin berbeda.

Dalam thesisnya, Denny mencantumkan kriteri laboratorium bahasa yang baik. Media laboratorium bahasa seharusnya memiliki sekat antarmeja, terletak di ruangan ber-AC, dan dilapisi dengan piranti kedap suara . Dengan sekat, mahasiswa bisa bekerja sendiri-sendiri  dan bisa berkonsentrasi. Ruangan ber-AC dibutuhkan untuk membuat suasana yang nyaman.

Denny selalu memberikan teori kepada mahasiswa, sebelum memulai praktik perkuliahan menyimak. Materinya dimulai dari pengertian menyimak, tujuan menyimak, ciri-ciri  menyimak yang baik bagaimana, dan upaya  berkonsentrasi.

“Mendengarkan hanya sebatas tahu saja, sedangkan menyimak itu sampai dengan tahap memahami bahkan sampai tahap mampu menilai. Awalnya, mahasiswa yang tidak tahu teori menyimak, setelah saya informasikan, menjadi tahu apa saja yang harus dilakukan saat menyimak,” ujar Dosen FPBS UPI ini.

Waktu yang diberikan pihak UPI dalam perkuliahan menyimak hanya seminggu sekali. Hal itu tidak bisa menjadi ukuran  perkuliahan ini hasilnya akan efektif. Minimal delapan kali menggunakan laboratorium bahasa, mahasiswa akan terbiasa, maka kemampuan mereka pun dalam menyimak akan meningkat. Hanya saja yang menjadi masalah, ketika nanti para mahasiswa ini menjadi guru, belum tentu sekolah tempat mereka mengajar akan memiliki laboratorium bahasa

Denny menyayangkan minimnya fasilitas laboratorium bahasa yang terdapat di sekolah-sekolah pada umumnya. Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap mahasiswanya, kebanyakan SMA tidak memiliki laboratorium bahasa. Kalau pun ada, laboratorium itu hanya dipergunakan untuk pelajaran Bahasa Inggris, bukan untuk Bahasa Indonesia.

“Latihan keterampilan menyimak harus dilakukan secara terus-menerus, dan penggunaan lab bahasa merupakan salah satu sarana penunjang,” ujar Fuad Abdul Hamied, Dosen Pembimbing Denny.

Fuad  berharap agar thesis Denny ini bisa bermanfaat di sekolah-sekolah. Para guru Bahasa Indonesia hendaknya menyampaikan teori menyimak sebelum melakukan praktikum. Para guru yang akan memanfaatkan media laboratorium bahasa harus mengupayakan sendiri membuat kaset yang berisi rekaman pembelajaran menyimak. (Tys)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s