Konflik Jerusalem, Dilihat dari Sisi Historis

jerusalemkesuciankonflikdanpengadilanakhir_937Judul Buku  : Jerssalem Kesucian, dan Pengadilan Terakhir

Penulis           : Trias Kuncahyono, Wakil Pimred Kompas

Penerbit        : Penerbit Buku Kompas

Tahun Terbit: 2008

Tebal                : 315 halaman

Cerita mengenai kota legendaris dan dicintai oelh dunia internasional ini telah menarik minat Trias sejak kecil untuk menuliskan cerita dan fakta tentangnya. Dalam buku ini, Trias berusaha menjabarkan latar belakang dan sejarah terbentuknya Jerusalem sejak zaman dulu kala. Berangkat dari cerita-cerita Alkitab, Trias menelaah awal mula konflik mulai berkembang di tanah Jerusalem, dan masih berlangsung hingga sekarang.

Jerusalem berasal dari kata yeru dan shalem yang berarti “Tuhan akan menampakkan diri di kota yang damai”. Ada pula yang mengatakan Jerusalem berasal dari kata yerushalayim yang berarti “warisan perdamaian”. Jerusalem yang dikenal sebagai kota Nabi Daud, juga merupakan kota suci bagi tiga agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Meski Yerusalem masih menjadi sengketa,orang-orang dari ketiga agama tersebut hidup rukun di Kota Lama Jerusalem yang dikelilingi tembok dan memiliki delapan pintu gerbang.

Tanah Palestina sekarang ini adalah negeri dua bangsa: Israel dan Palestina. Dua bangsa inilah yang selalu bermusuhan, saling menyerang, dan saling membunuh. Tak ada seorang pun yang dapat meramalkan kapan perseteruan antara kedua bangsa itu berakhir. Israel selalu menyatakan bahwa posisi legal internasional mereka atas Jerusalem berasal dari Mandat Palestina (24 Juli 1922). Palestina juga menyatakan Jerusalem atau Al Quds akan menjadi ibu kota Negara Palestina Merdeka di masa mendatang, atas dasar klaim pada agama, sejarah, dan jumlah penduduk kota itu.

Buku ini membaca pembacanya kembali ke sejarah yang jauh, ke masa-masa satu-dua milenium Sebelum Masehi. Trias berusaha seobjekif mungkin dalam memaparkan masalah politik, agama, dan latar belakang historis kota ini. Selama ini jarang sekali ditemukan penulis tentang Jerusalem yang tidak bisa meninggalkan subjektivitas mereka atas negara atau agama tertentu. Itulah salah satu kelebihan buku ini.

Alur yang diceritakan Trias cukup mudah dipahami. Dari setiap titik atau tempat yang dilewatinya dari Bandara Ben Gurion di Tel Aviv hingga masuk ke Jerusalem, Trias menceritakan sejarah yang ia ketahui dari tempat-tempat tersebut. Setelah menjelaskan tempat-tempat, Trias menceritakan sejarah yang ia ketahui dari tempat-tempat tersebut. Setelah menjelaskan tempat-tempat, Trias menjabarkan konflik yang terjadi dari berbagai kesepakatan damai yang pernah dibuat antara Israel dan Palestina. Buku ini bisa disorot dari sisi relevansinya dengan masalah aktual yang terjadi di Israel dan Palestina sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s