Trip to Malang: Ekonomi oh Ekonomi…

Suatu hari saya sedang berkumpul di plasa Fakultas Ilmu Komedi, fashiOn, dan Musik (Fikom) Unpad. Tak terduga saat itu sedang ada perbincangan seru tentang perjalanan ke Malang yang direncanakan oleh sebuah sindikat tertentu, yaitu Perkumpulan Tukang (PT). Isu perjalanan ke Malang itu pertama kali saya temukan di notes teman saya yang kebetulan anggota PT, yaitu Mr. Jengkol. Awalnya saya sama sekali tidak tertarik dengan ajakan jalan-jalan itu karena rutenya sepertinya sangat sulit. Apalagi PT itu senang sekali bepergian ke tempat2 yang sepertinya jauh dari kehidupan orang normal atau ekspedisi alam rimba.

Seminggu berlalu ternyata ada perubahan rencana. PT tak lagi merencanakan naik gunung2 seperti yang direncanakan semula. Namun digantikan dengan jalan-jalan bersama di seputar kota Malang. Usut punya usut, pacar Mr. Jengkol, yaitu Miss Gembul berhasil merayu kekasihnya untuk berjalan-jalan saja menyusuri kota Malang. Beberapa teman dekat memutuskan untuk ikut. Saya sendiri merasa sangat tertarik, secara belum pernah ke Malang. Meski tak punya uang, saya memutuskan untuk ikut saja. Perkara duit, itu belakangan. Saya berjanji dengan teguh akan memakan makanan murah saja saat di Malang!

Rabu, 20 Mei 2009 (harusnya hari jadian saya ke-63 bulan, hiks), PT berhasil mengumpulkan 22 orang yang mau berangkat ke Malang dengan menggunakan kereta api ekonomi. Naik kereta ekonomi sebenarnya menyenangkan kalau keadaannya tidak sepenuh itu. Untungnya para perempuan berhasil mendapatkan tempat duduk, sedangkan para pria rela berdiri di gerbong lain. Sungguh sikap yang sangat ksatria. Keadaan malam itu di kereta api penuh sesak menyebalkan. Orang bahkan sudah tidak bisa berjalan lagi di sepanjang gang kereta. Bau keringat yang “super-wangi” menguar sedap. Hmmm… Tidak ada yang tahu pasti kapan kami akan sampai di Malang.

Saya : Kira-kira jam berapa ya sampai Malang?
Mr. Cute: Kita nih berangkat jam 9 malem, paling juga nyampe jam 7 pagi di Malang.

Tanpa ekspektasi apapun, saya percaya saja omongan Mr. Cute yang jelas-jelas tidak bisa dipercaya. Mana ada perjalanan ke Jawa Timur kurang dari 12 jam? Saya berusaha ber-positive thinking bahwa perjalanan itu akan singkat dan menyenangkan. Uuh, rasanya bernapas saja sulit. Untung saya duduk di sebelah Ms. Teletubbies Cookie yang sangat anteng dan tidak banyak bicara. Dia tidak pernah mengeluh, nampaknya suka menerima keadaan apa adanya. Bayangkan jika saya duduk di gerombolan cewek-cewek berisik yang gemar mengikik di kereta, sebut saja Ms. Gembul, Ms. Hebring, Ms. Secure, Ms.Calm, Ms. Sanguinis, Ms. Hermione, Ms. Logic, dan Ms. Auntie (sebenarnya saya hanya iri karena tidak bisa duduk bersama mereka, haha). Mereka bikin gaduh, tapi terhibur juga sih mendengarkan kikikan mereka. Tapi Ms. Secure oke banget, dia rela berdiri di kereta untuk memberikan tempat duduknya untuk seorang nenek. Cukup lama Ms. Secure berdiri. Salut untuknya, kalau dia cowok, saya pasti naksir deh, haha!

Nasib para pria tidak diketahui sampai pagi menjelang. Ternyata mereka berdiri sepanjang malam dan baru duduk ketika kereta sampai di Jogja. Oh, so sweet…Sebenarnya ada anggota PT yang tidak ikut, salah satunya sangat ganteng dan digandrungi beberapa perempuan. Saya tak mau menyebut namanya di sini. Yang jelas tingkah lakunya sering diikuti anak-anak. Hemat kata dan hemat ekspresi, salah satunya “Apa? Apa? Apa?” atau “Gak mau, gak mau, gak mau” atau “Hah?” atau “Persetan!”. Ada yang cukup membingungkan, ada satu makhluk asing yang tak dikenal ikut dalam rombongan kami! Makhluk itu cukup hitam dan rupanya teman PT, namanya Mr. Kah-Kah… Disebut Mr. Kah-Kah karena dia sering mengucapkan kalimat dan diimbuhi akhiran “kah” di belakangnya. Contoh kalimat: “Kau kenapa? Kena angin sempu-kah?”

Singkatnya, kami sampai pada pukul 20.00, yang berarti kami menempuh perjalanan selama 24 jam! Bau sudah tidak karuan, yang jelas kami ingin cepat sampai di rumah nenek teman kami, Ms. Pretty. Malam itu kami memutuskan beristirahat saja. Saya yang merasa lapar memutuskan ikut ikut rombongan Mr. Happy dan Mr. Mountain’s Child untuk makan malam. Oh iya, ada yang lupa, gadis-gadis cantik rombongan kami itu doyan makannya minta ampun! Ms. Cheerful saja gosipnya makan lima kali di kereta. Begitu juga dengan mis-miss yang lainnya. ada yang ultah juga lho, si Ms. Gembul, sayang dirayakan di kereta yang bau.

Sudah jauh-jauh berjalan sepanjang kira-kira 1 km, kami tidak mendapatkan makanan yang cocok dengan selera rombongan para pria: Mr. Happy, Mr. Mountain’s Child, Mr. Cute, Mr. Grandpha, Mr. Nice, dan Mr. Thin-dan satu perempuan, yaitu saya. Alhasil kami balik lagi ke depan rumah nenek Ms. Pretty hanya demi makan SEGO KUCING! Saya dongkol luar biasa sebenarnya tapi saya tahan saja, yang penting makan! Setelah selesai makan, terlihat para gadis sudah pada mandi dan wangi, mereka baru mau cari makan. Sedangkan saya masih bau tembaga dan keringat, jadilah saya pulang dan mandi sendiri… Huhu…sebenarnya rumah itu agak menakutkan, dipenuhi foto jadul para mendiang buyut dan kakek-nenek Ms. Pretty.

Kebanyakan dari kami tidur dengan semrawut di ruang tamu yang dialasi karpet. Saya sendiri berhasil mendapatkan kamar yang ditempati oleh 3 orang dan memonopoli kamar itu selama 3 hari, haha! Maafkanku teman-teman, jika pada saat itu ingin gantian, aku mau2 aja kok.

Ada hal yang mengagetkan saya malam itu. Si Mr. Grandpha mengeluarkan tingkah aneh. Dia tahu-tahu curhat tentang pacarnya yang kebetulan teman dekat saya juga (saya tak boleh mengungkapkan apa isi curhatnya). Lalu dia memaksa saya untuk menceritakan kisah cinta saya! Itu kan aneh! Lebih aneh lagi dia memaksa saya mengakui bahwa saya suka temannya yang anggota PT juga. Hiiii seram juga Mr. Granpha ini!

Keesokan harinya ada teman yang sudah berencana ke suatu tempat. Mr. Jengkol dengan terang-terangan ingin berpacaran dengan Ms. Gembul di Batu. Liburan saat itu memang sepertinya dipersembahkan khusus dari Mr. Jengkol kepada Ms. Gembul. Hem, sekitar 12 orang berada pada rombongan Mr. Jengkol ke Batu. Saya sendiri malas ke tempat agrowisata, tak suka tanaman sih. Ada baiknya coba-coba ikut rombongan Mr. Thin yang sebagian besar berisi anak cowok PT. Jadilah bersepuluh memutuskan berjalan ke Rainbow Fall atau Coban Pelangi.

Tapi sebelum ke coban, kami sempat mengantarkan Mr. Mountain’s Child ke Disbudpar untuk minta izin mengunjungi Pulau Sempu. Jadilah kami menghabiskan siang di daerah Singosari sambil menunggu beberapa pria shalat Jumat. Sssst, tapi Mr. Happy gak shalat karena sarugnya sengaja ditinggal di rumah. Kami berfoto ria di candi kecil bernama candi Ken Dedes. Tidak begitu menarik sih candinya tapi lumayan untuk foto-foto.

Setelah 10 orang lengkap (ada Mr. Kah-Kah juga), kami pergi ke Coban. Setelah bercakap-cakap dan menawar-nawar dengan alot akhirnya tuh angkot mau juga dicarter dengan biaya 20 ribu/orang. Mr. Noise sebenarnya sudah ingin jalan kaki saja ke Coban jika supir angkot tak mau dibayar segitu. Namun untung gak jadi jalan, lebih dari 10 km! Bisa-bisa nyampe coban baru malem. Ih, serem!!!

Pergi dengan sebagian anak PT membuat saya bertanya-tanya, apakah akan ada ekspedisi alam liar? Ternyata tidak jauh dari hal itu, menuruni bukit menuju coban yang jauhnya 1km. Mereka sudah memberi isyarat sepertinya akan menyusuri jalan kecil menuju Bromo, untung gak jadi. Untungnya saya suka kegiatan ini. Gara-gara pergi ke tempat ini baju saya basah, saya menggigil selama perjalanan pulang, dan celana saya sobek tersilet batu sepertinya. Para pria bermain seperti anak kecil. Mr. Mountain’s Child tentunya punya misi! Dia ingin meliput untuk TRAVEL TREND! Ah, tapi tak apa saya sangat suka air terjun apalagi naik-turun gunung…

Pelajaran yang saya dapat hari itu adalah berhati-hatilah jika Anda berpergian dengan anggota Perkumpulan Tukang karena siapa tahu perjalanan Anda menempuh alam liar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s