The Ugly Truth, Kebenaran Tak Selalu Indah

Judul                     : The Ugly Truth

Sutradara            : Robert Luketic

Pemain                 : Katherine Heigl, Gerard Butler, Cheryl Hines, Eric Winter, Kevin Connoly, dan Bree   Turner

Sebuah film komedi romantis persembahan Columbia Pictures, Sony Pictures Entertainment, dan Lakeshore Entertainment ini menghadirkan cerita mengenai keunikan cinta, dibalut dengan percakapan cerdas dan lucu. Adalah produser morning show SacramentoAm, Abby Richter—yang diperankan Katherine Heigl (27 Dresses, Knocked Up)—perempuan yang perfeksionis, haus kekuasaan, dan berada pada puncak karir pada usianya yang relatif muda, namun tidak begitu beruntung dalam hal percintaan.

Kemunduran rating SacramentoAm membuat sang bos berinisiatif untuk merekrut salah seorang bintang televisi acara The Ugly Truth, Mike Chadway—yang diperankan Gerard Butler (P.S I Love You)—untuk menjadi presenter tambahan dalam SacramentoAm. Hal itu membuat Abby sangat marah karena ia membenci Mike dan The Ugly Truth. Menurutnya, acara yang mulanya disajikan tengah malam itu adalah acara pembodohan dan berisi hal-hal vulgar yang bertentangan dengan prinsip percintaan. Mike yang bertindak sebagai penasihat cinta sekaligus host The Ugly Truth gemar menghina para penelepon atas kebodohan mereka akan percintaan.

Abby dan Mike akhirnya bekerja sama dalam SacramentoAm dengan meleburnya juga The Ugly Truth di dalamnya. Mike membuat ulah dengan berimprovisasi di luar skrip dan alur yang sudah diatur Abby. Abby mengira karirnya akan hancur karena ulah Mike, namun kemasyuran yang justru didapatnya kemudian.

Merasa Abby sepertinya sangat membencinya, Mike berusaha mendekati Abby untuk berdamai dengannya. Mike berhasil mengetahui bahwa Abby sedang jatuh cinta pada tetangganya, Colin (Eric Winter). Secara sukarela, Mike memberikan saran-saran agar Colin bisa jatuh cinta pada Abby. Ada aturan-aturan yang harus dijalani untuk mendapatkan seorang pria. Abby menuruti saran-saran Mike dalam hal berkencan dan berdandan. Abby pun rela  melepas citra dirinya sebagai perempuan yang suka mengambil alih kontrol dan menjadi perempuan manis yang selalu mendukung kekasihnya.

Popularitas Mike yang semakin menanjak membuat stasiun televisi nasional di San Fransisco ingin merekrutnya. Mike diundang hadir dalam sebuah acara terkenal sebagai narasumber dan pada akhirnya akan ditawari menjadi presenter dengan gaji dua kali lipat. Untuk memastikan Mike menolak tawaran itu, Abby rela membatalkan kencannya dengan Colin dan memilih menemani Mike sepanjang talk show berlangsung.

Mike menolak bergabung dengan acara tersebut. Abby senang karena usahanya tak sia-sia. Mereka pun merayakan hal itu di sebuah klab. Dalam percakapan malam itu, Mike menyadarkan Abby bahwa selama ini hanya berpura-pura menjadi orang lain yang manis di hadapan Colin. Abby mulai sadar bahwa ia tidak  menjadi dirinya sendiri. Ternyata hanya di hadapan Mike-lah, Abby bisa menunjukkan diri seutuhnya, baik hal yang positif maupun negatif.

Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya malam itu. Secara spontan, mereka berciuman di lift sebelum akhirnya mereka masuk ke kamar masing-masing. Abby mulai memikirkan Mike dan ia terkejut saat pintu kamarnya diketuk. Ternyata Colin datang untuk memberi kejutan pada Abby. Padahal, ia tengah menantikan kedatanan Mike.

Malang bagi Abby karena pada saat itu Mike mengunjungi kamarnya juga untuk berterus terang mengenai perasaannya. Tanpa disangka Colin-lah yang membukakan pintu untuk Mike. Dan mereka bertiga terlibat percakapan basa-basi. Abby mengejar Mike di sepanjang lorong hotel dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Abby bersikap jujur ketika mengatakan bahwa Mike-lah yang ditunggunya sejak tadi, namun justru Colin yang datang. Abby meminta saran pada Mike apakah ia harus mengusir Colin atau tidak. Mike berpendapat tidak seharusnya ia mengusir Colin karena Abby telah bekerja keras untuk mendapatkan Colin.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah Abby akan menuruti saran Mike atau sebaliknya? Sebaiknya Anda saksikan sendiri akhir dari kisah ini. Film ini layak ditonton. Stephen Holden dari New York Times berpendapat, “Nice, funny, romance, and fantastic movie. I like this movie.

Lagi, kebusukan pria diungkapkan dalam film ini, sebelumnya ide seperti ini pernah muncul dalam film He’s Just Not That Into You yang disutradarai Chihiro Fujii. Dalam film itu terdapat pesan bahwa perempuan harus bisa membaca gelagat pria. Pria selalu memiliki aturan-aturannya sendiri dalam berkencan. Mike tak ubahnya seperti Alexander (Justin Long) dalam He’s Just Not That Into You yang gemar memberi saran pada salah seorang perempuan, namun akhirnya jatuh cinta pada yang diberi saran tersebut.

Meski memiliki kesamaan dengan film lain yang terlebih dulu ada, The Ugly Truth memiliki pesan terselubung di dalamnya. Hal yang bisa kita petik adalah bagaimana hal-hal yang dianggap vulgar telah sangat disukai masyarakat dan penonton televisi. Pemilik televisi pun harus mengubah citra mereka sesuai dengan permintaan mayarakat, meski harus menyuguhkan hal-hal yang tidak pantas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s