LBH: NEGARA HARUS LAKUKAN MORATORIUM HUKUMAN MATI*

Jakarta, 28/1 (ANTARA) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat mendesak negara cq.Kejaksaan Agung untuk melakukan moratorium hukuman mati terhadap semuka terpidana mati.

“Konstitusi Indonesia pasal 28 jo pasal 281 menyebutkan dengan tegas bahwa setiap orang memliki hak untuk hidup dan hak tersebut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun,” kata Direktur Program LBH Masyarakat Ricky Gunawan, di Jakarta, Kamis.

Hukuman mati merupakan bentuk penghukuman yang kejam dan tidak manusiawi Hal tersebut merendahkan martabat manusia karena hukuman mati adalah bentuk pengingkaran kehidupan manusia. Selain itu, hukuman mati menempatkan terpidana dalam suasana ketidakpastian sehingga menambah kekejaman.

“LBH Masyarakat percaya bahwa setiap kejahatan besar harus dihukum berat. Namun, hukuman terberat tidak boleh sampai merenggut hidup seseorang,” lanjut Ricky Gunawan.

Hukuman seumur hidup, dinila Ricky Gunawan, lebih layak sebagai hukuman terberat Hukuman mati selama ini tidak menimbulkan efek jera. Data dan fakta yang dihimpun LBH Masyarakat menunjukkan bahwa hukuman mati tidak banyak memberikan kontribusi dalam mengurangi angka kejahatan.

Bentuk hukuman mati hanya akan membuat lingkaran balas dendam. Alasannya, ketika masyarakat mengutuk perilaku kejahatan, lalu kemudian dihukum mati, maka pranata hukum sama saja melakukan tindak kejahatan.

“Hak untuk hidup adalah hak asasi yang palig fundamental, melekat dan berlaku bagi semua manusia, tanpa terkecuali. Hak untuk hidup berlaku bagi semua manusia yang berkelakuan baik, termasuk juga manusia yang melakukan kejahatan,” imbuh Ricky Gunawan.

Kejaksaan Agung selama ini telah memberlakukan hukuman mati. Terpidana mati yang telah dieksekusi di antaranya Meirika Fanola (perkara narkotika), Gunawan Santosa (perkara narkotika), Bahar bin Matsar (perkara pembunuhan), Jurit bin Abdullah (perkara pembunuhan), Ibrahim bin Ujang (perkara pembunuhan), dan Suryadi Swhabuana (perkara pembunuhan).

*) Dipublikasikan Antara pukul 18:01:10 dengan editan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s