Busway Mengantri…

Wew… Selama dua minggu di Jakarta nih, gue nggak heran liat orang desak-desakan buat antri naik transjakarta, apalagi di Blok M, Harmoni, dan shelter-shelter ujung lainnya. Nah, tapi kalau liat transjakarta sampai antri supaya dinaikin penumpang, gue baru sekali ngeliat keanehan itu. Dan itu terjadi di shelter Stasiun Kota.

Bayangin, saking banyaknya angkot ngetem di puteran Stasiun Kota, bisa-bisa ada 8 antrian bis transjakarta. Ckckckck… Penumpang yang mau turun aja mesti antri dulu. Orang yang keburu2, bisa naik darah deh nunggu segitu lamanya. Bayangin kalo ada orang ngejar jam pemberangkatan kereta, trus harus nunggu 10-15 menit buat bisa turun!

Terowongan Halte Stasiun Kota-Kompas Fotografi

Udah gitu ya, shelter Kota nih canggih banget, pake penyebrangan bawah tanah. Asli, jembatan bawah tanah ini bagus banget. Bentuknya melingkar-lingkar trus ada kolam di tengahnya dan tempat duduk di sekitar kolam. Bentuk terowongan ini mengingatkan gue pada terowongan antara ITB dan Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung.

Gue nggak tahu apakah terowongan ini udah ada dari zaman dulu atau sengaja dibangun waktu ada proyek busway? Gue kira sih ya, itu baru soalnya masih kelihatan kerapihannya. Terowongan ini lebar dan cuku panjang lho, dari Museum Mandiri sampai Stasiun Kota. Jalannya aja udah bikin gempor.

Naik transjakarta itu enak-enak aja. Kita bisa menghindari macet (kecuali yang lewat Kramat Jati ya…), kita nggak berkeringat, terus nggak mencium bau-bau yang tidak lazim layaknya di bis umum lainnya. Tapi, jeleknya ya kita harus lewat jembatan penyebrangan yang muter2 dan membuang2 waktu.

Tapi gue pribadi sih nyantai-nyantai aja naik transjakarta. Harusnya orang Indonesia mengembangkan transportasi macam ini, sama kayak di Jepang, bedanya mereka pakai kereta. Bayangkan, pada jam-jam pulang kantor yang namanya Sudirman, Thamrin, dan Setiabudi itu macetnya nggak ketulungan. Tapi busway tetap berjalan angkuh. Hehehe… Gue sih kayaknya mpe ntar kerja di Jakarta akan tetap menggunakan moda transportasi ini.

Tinggal gimana upaya pemerintah merawatnya dan memperbanyak kendaraan aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s