PROF RIYANTI JADI GURU BESAR ATMA JAYA

Jakarta, 19/2 (ANTARA)-Profesor Benedicta Prihatin Dwi Riyanti dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, karena dianggap memiliki kontribusi besar dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia.

“Profesor Riyanti memiliki kontribusi besar bagi Unika Atma Jaya dalam mengembangkan kewirausahaan,” kata Rektor Unika Atma Jaya Florentinus Gregorius Winarno dalam acara Pengukuhan Jabatan Prof Riyanti sebagai Guru Besar Tetap, di Jakarta, Jumat.

Menurut FG Winarno, Riyanti juga merupakan salah satu pakar yang paham betul bahwa kewirausahaan berkaitan dengan psikologi.

Prof Benedicta Prihatin Dwi Riyanti telah sepuluh tahun menjadi dosen tetap di Unika Atma Jaya Jakarta.

Dalam orasi pengukuhannya sebagai guru besar, Riyanti merasa miris dengan pembangunan di Indonesia yang tak kunjung menuai keberhasilan.

Hal tersebut, katanya, diperparah dengan adanya krisis moneter pada 1997, yang mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.

“Salah satu pemikiran untuk memecahkan masalah tersebut adalah mengembangkan kewirausahaan. Dan kewirausahaan itu bisa dipelajari dari sudut pandang psikologi,” tutur Prof Riyanti.

Menurutnya, kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi.

Ia menyayangkan sedikitnya jumlah pelaku wirausaha. Padahal dengan adanya wirausaha dalam sektor kecil dan menengah dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan negara.

“Kalau dikaitkan dengan krisis moneter 11 tahun lalu, secara nyata keberlangsungan kehidupan ekonomi Indonesia pada masa-masa itu justru dilakukan oleh para pengusaha skala kecil,” ungkap Profesor Riyanti.

Di tempat yang sama, artis Desy Ratnasari, yang merupakan lulusan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, mengaku kagum dengan sosok Prof Riyanti.

“Saya senang dengan metode pembelajaran yang diberikan oleh Bu Riyanti karena mahasiswa melakukan banyak praktik aplikatif di lapangan,” tutur Desy.

Salah satu praktik aplikatif yang diberikan Prof Riyanti, kata pemeran Nyi Iteung dalam film Si Kabayan Cari Jodoh (1994) itu, yakni memberikan modul pelatihan bagi Usaha Kecil Menengah di Soreang.

“Selain itu, Bu Riyanti bisa membuat mahasiswa merasa nyaman di dekatnya. Ia mampu menunjukkan potensi mahasiswa sehingga mahasiswa pun menjadi lebih percaya diri,” kata Desy.

Dalam situs resmi Unika Atma Jaya, disebutkan bahwa Prof Riyanti aktif melakukan penelitian-penelitian mandiri, kelompok, dan hibah dari tahun 1998 hingga 2007.

Penelitian yang ia lakukan antara lain “Pengembangan Model Perilaku Berwirausaha yang Inovatif dalam Menunjang Keberhasilan Usaha” (2000), “Sikap Perilaku Bisnis Dalam Menghadapi Pemilu” (2004), “Profil Wirausaha Wanita” (2005), “Pshycological Well-Being Pada Berbagai Profesi” (2007), dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s