JENAZAH LOEBBY LOQMAN DIMAKAMKAN LAYAKNYA PERWIRA POLISI

Loebby Loqman

Jakarta, 24/2 (ANTARA)-Pakar hukum Loebby Loqman dimakamka layaknya perwira polisi dengan penyelenggaraan Upacara Kebesaran Polri, yang dipimpin oleh Koordinator Staf Ahli Polri Irjen Pol Andi Chaerudin, karena beliau dianggap sebagai guru besar di lingkungan polisi.

“Beliau ini berada dalam kapasitas penasihat Kapolri. Beliau sudah cukup lama menjadi penasihat Kapolri, kira-kira selama lima tahun pada zaman Bimantoro dan Da’i Bachtiar. Jadi, layaklah bila beliau dimakamkan layaknya perwira polisi,” kata Andi Chaerudin, di Cipulir, Jakarta Sealatan, Rabu.

Menurut Andi Chaerudin, Loebby Loqman yang meninggal pada umur 75 tahun ini, memiliki banyak murid di lingkungan kepolisian. Beberapa Kapolri juga mantan muridnya, termasuk Bambang Hendarso Danuri. Banyak pihak di Polri menganggap beliau sebagai guru, orang tua, dan senior.

Andi Chaerudin mengenal soso Loebby Loqman sejak ia berkuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1981-1983. Loebby Loqman pada saat itu merupakan dosen mata kuliah Hukum Tindak Pidana.

“Banyak sekali nilai-nilai dan ajaran beliau yang saya anut selama 35 tahun saya meniti karir di Polri, baik dalam kapasitas keilmuan maupun dan kepribadian,” kenang Andi Chaerudin.

Selain itu, hal yang bisa dianut dari Loebby Loqman, kata Andi Chaerudin, adalah sifat kesederhaan Loebby, termasuk pemikiran-pemikirannya. Loebby Loqman berpendapat bahwa hukum merupakan alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat.

Dalam upacara pelepasan jenazah di kediaman Loebby Loqman, terlihat tamu-tamu yang berasal dari PTIK, Akademi Ilmu Permasyarakatan (AKIP), dan Mabes Polri. Pihak Polri mengerahkan 10 orang polisi dari Denma Polri untuk mengangkat peti jenazah Loebby Loqman yang ditutupi Bendera Merah-Putih.

Tak Tinggalkan Pesan

Sementara itu, anak pertama Loebby Loqman, Maulina mengatakan bahwa ayahnya tidak meninggalkan pesan apapun sebelum tutup usia. Baik istri maupun anak-anaknya tidak ada yang sempat berkomunikasi saat Loebby Loqman berada di rumah sakit.

Menurut keterangan Maulina, ayahnya dilarikan ke RS Aminah, Cipulir, pada pukul 17.00 pada hari Selasa (23/2). Saat itu Loebby Loqman sudah dipasangi alat bantu pernafasan dan alat bantu makan.

Saya yang menunggui Bapak saat Bapak meninggal, hanya sendirian. Tadinya adik-adik saya sudah ada di sana. Tapi, mereka meninggalkan rumah sakit jam 11.30 malam,” kata Maulina.

Sebelum pukul 00.00, suster rumah sakit sempat masuk ke ruang inap Loebby untuk memberi makan. Maulina pun sempat melihat Loebby bernafas dalam keadaan tidur. Namun, saat itu wajahnya sudah pucat dan bibirny sudah memutih.

Suster itu meminta saya untuk melihat kondisi Bapak. Terus saya periksa, ternyata Bapak sudah tidak bernafas, nadinya pun sudah tidak berdetak,” tutur Maulina.

Loebby meninggal pada pukul 00.40, Rabu. Sejak 23 Desember 2009, Loebby telah berulang kali keluar-masuk rumah sakit, mulai dari RS Pondok Indah, RS Haji, hingga RS Aminah. Walau telah mengidap penyakit stroke selama tiga tahun, Loebby masih tetap mengajar di PTIK, didampingi Maulina. Loebby meninggalkan seorang istri, enam anak, dan beberapa orang cucu.

Maulina mengagumi semua hal yang ada pada ayahnya. Loebby adalah ayah yang hebat bagi anak-anaknya. Selama hidupnya, Loebby tak pernah bertindak keras pada anak-anaknya.

Kenangan manis yang keluarga punya yaitu setiap bulan, anak-cucu selalu menyempatkan untuk berkumpul. Itu harus. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi seperti itu,” tutur Maulina sambil menangis.

m.pps

http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id164019.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s