Parti Keberatan Dengan Pembangunan Anjungan Tionghoa

 

Jakarta, 23/2-Pergerakan Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI) berkeberatan terhadap pembangunan Anjungan Tionghoa di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)di Jakarta , karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial dan berdampak buruk bagi kaum Tionghoa.

Menurut Ketua Umum PARTI Lieus Sungkharisma, dalam siaran pers, Selasa (23/2), setelah melihat maketnya, PARTI menemukan ada hal-hal yang kurang pada tempatnya, untuk dibangunnya Anjungan Tionghoa, baik bentuk bangunan, maupun perutukan lahan yang ada

“Jika pembangunan anjungan tersebut tetap mengikuti maket yang ada, maka kami siap menempuh jalur hukum dan politik untuk menyatakan penolakan tersebut,” kata Lieus.

Ada perbedaan luas lahan Anjungan Tionghoa, kata Lieus, dengan anjungan suku lainnya. Anjungan Tionghoa menempati area seluas lima ha, sedangkan untuk anjungan lain menempati lahan 2000 m2.Hal itu bisa memicu kecemburuan sosial dari suku-suku yang anjungannya telah lebih dulu ada.

Meski surat pembangunan Anjungan Tionghoa telah ditandatangani mantan presiden Soeharto, kata Lieus, pembangunan tersebut tetap tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seharusnya pembangunan anjungan itu lebih mencerminkan kondisi kesejahteraan masyarakat Tionghoa di Indonesia.

“Misalkan, dibuat replikasi rumah-rumah bersejarah milik warga Tionghoa di Indonesia, yang dalam masa perjuangan pernah menjadi markas para pejuang kemerdekaan,” tutur Lieus.

Namun demikian, Lieus mengungkapkan apa yang sudah terlanjur dibangun biarkan sebagaimana adanya. Akan tetapi, rencana pembangunan lainnya rencana pembangunan lainnya hendaknya dievaluasi kembali.

Lieus menyarankan agar lahan yang ada nantinya dibangun untuk museum benda-benda seni dan budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.

PARTI pun menyerukan pada pengelola TMII agar mengevaluasi kembali rencana pembangunan Anjungan Tionghoa di TMII dengan mengedepankan semangat solidaritas dan persatuan. Pelaksana pembangunan Anjungan Tionghoa untuk mau bersikap lebih arif dan bijaksana dengan berlindung di balik persetujuan yang diberikan Soeharto.

“Meski sudah disetujui, bukan berarti tak bisa dievaluasi, kan?” tukas Lieus.

m.pps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s