Internet bukan Media Massa, melainkan Sebuah Dunia Baru

Menurut Adi Sumaryadi, media massa keenam adalah internet. Internet adalah media massa baru yang mampu mereplikasi media massa sebelumnya misalnya melalui internet Anda dapat membaca artikel media cetak versi online-nya, melihat film, mendengar siaran radio maupun televisi menggunakan teknologi streaming dan men-download musik favorit Anda. Internet memungkinkan adanya kolaborasi yang interaktif antara penggunanya, misalnya chatting, blog, dan lain-lain. Selanjutnya kolaborasi intensif memunculkan apa yang dikenal sebagai virtual community. (www.adisumaryadi.com)

Sejak tahun 2004 blog semakin fenomenal, karena fungsinya kian kental dengan konsep cyberjournalism. Semakin banyak pengelola blog menerapkan gaya penulisan wartawan, sarat fakta dan berkaidah 5W+H. Mereka pun menyajikan sumber-sumber berita yang akurat dengan menyebutkan asal-usul informasi yang mereka kutip kembali. Bahkan, semakin banyak politisi, sastrawan, dan kalangan profesional memanfaatkan blog untuk menuangkan gagasan. Tidak sedikit pula wartawan yang memiliki blog, sehingga mereka dapat menyuarakan opininya lantaran secara profesional di lembaga media massa mereka tidak dimungkinkan beropini langsung. Oleh karena itu pula, kian banyak blog yang dimiliki kalangan profesional yang tinggi kredibilitasnya lantaran menyajikan informasi secara aktual, akurat dan lengkap, sehingga menjadi referensi umum, termasuk bagi wartawan dalam membuat berita. (“Di Internet, Media Massa Nasional (Harusnya) Kian Cepat, Akurat, Lengkap dan Mendunia”, priya3rh.wordpress.com)

Sebenarnya blog dan social networking merupakan fenomena tersendiri yang tercipta atas hadirnya internet. Fenomena ini menular dari individu ke individu lain sehingga menimbulkan efek latah. Orang bisa menceritakan kehidupan pribadinya maupun sekedar beropini saja. Inilah yang kemudian membentuk cyber journalism dan citizen journalism. Cyber journalism masih memungkinkan pesan ditulis dengan akurat karena pemilik website ini memang berlatar ilmu jurnalistik. Sedangkan keakuratan dalan citizen journalism dipertanyakan. Pokok citizen journalism bisa berupa opini atau peristiwa yang ia ceritakan kembali. Akan tetapi berita dalam citizen journalism ini tidak menggunakan sistem verifikasi atau cek dan ricek berita.

Adakah internet yang dikatakan sebagai media baru memiliki karakteristik komunikasi massa? Mari kita telaah satu per satu. Karateristik yang pertama adalah komunikator terlembagakan. Maknanya adalah komunikasi massa itu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. Sifat-sifat komunikator di antarnya costlines, complexity, dan competitive. Internet tidak memiliki karakteristik ini, karena tidak semua komunikator bekerja di dalam institusi yang kompleks dan resmi.  Jikalau ada, hanya media cetak yang di-online-kan, kantor berita, lembaga-lembaga pemberitaan online saja yang memiliki lembaga resmi.

Karakteristik kedua adalah pesan bersifat umum dan karakteristik ketiga komunikannya anonim dan heterogen. Komunikasi massa ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelmpok orang . Kriteria pesan yang penting dan menarik itu memunyai ukuran tersendiri. Internet mungkin masih memiliki dua  kriteria ini. Misalnya media massa cetak yang di-online-kan. Akan tetapi, pesan dalam email dan mailing list tidak bersifat umum dan komunikannya pun dikenal.

Media massa menimbulkan keserempakan merupakan karakteristik keempat. Artinya, keserempakan media massa itu sebagai keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah. Internet belum memiliki karakteristik ini karena tidak menimbulkan keserempakan  sebagian besar besar penduduk Indonesia.

Karakteristik kelima adalah komunikasi mengutamakan isi pesan daripada hubungan. Ciri ini masih bisa dimiliki oleh sebagian website di dalam internet , blog atau media massa cetak online. Tidak semua website punya ciri ini, seperti email, social networking (friendster, facebook, dan Hi-5).  Email dan social networking lebih mengutamakan hubungan antarpersona daripada pesan yang ingin disampaikan.

Komunikasi bersifat satu arah dan umpan balik tertunda adalah karakteristik ketujuh. Dalam media massa pada umumnya, komunikator mengutarakan pesan secara searah dan pesan membutuhkan proses untuk sampai kepada komunikan. Komunikan tidak bisa langsung menanggapi pesan yang diberikan. Maka, komunikan menyampaikan pesa kepada komunikator juga dengan sifat satu arah. Di dalam internet tidak demikian, jika komunikator dan komunikan sama-sama online, maka keduanya bisa langsung bertukar pesan.

Untuk memahami apa itu internet, mari kita analogikan dunia empat dimensi dan dunia maya. Suratkabar, majalah, radio, dan televisi dalam pengerjaannya berada di dalam dunia empat dimensi, di mana waktu juga berpengaruh. Di dalam dunia empat dimensi ini banyak peristiwa dan fenomena yang terjadi, ambillah contoh politik, ekonomi, pertikaian ras, pelecehan seksualitas, dan sebagainya. Komunikasi massa juga merupakan fenomena yang berlangsung dalam dunia empat dimensi ini pada awalnya. Komunikasi massa memungkinkan penyampaian pesan yang penting dan menarik bagi sebagian besar  khalayak. Pembuatan pesan, cara pengiriman pesan, alat pengiriman pesan, dan media yang digunakan, semuanya bisa disentuh oleh tangan manusia.

Dunia maya merupakan imitasi dari dunia empat dimensi, tetapi tidak semua hal tercakup di dalamnya. Dalam dunia maya, dalam hal ini internet, orang bisa melakukan perdagangan seperti halnya dalam dunia empat dimensi. Orang bisa saling berkirim surat, bila dalam dunia empat dimensi kita menggunakan jasa kantor pos, dalam internet kita menggunakan jasa kilat yang pekerjanya tidak terlihat.

Dalam dunia empat dimensi kita membagi media massa menjadi lima. Maka ada berapa media massa di dalam dunia maya? Dunia maya hanya mengimitasi media komunikasi massa yang selama ini ada dalam dunia empat dimensi. Orang menciptakan dunia maya memang terikat dalam hukum empat dimensi, akan tetapi selanjutnya pesan diproses oleh “tangan-tangan yang terlihat” dan bergerak dinamis di dalamnya.

Jadi, pantaskah internet digolongkan ke dalam media massa baru? Sementara internet berwujud seperti lingkungan baru yang memungkinkan orang yang berada di dalamnya berkegiatan seperti di dunia nyata. Apakah lingkungan baru  tersebut pantas disebut media? Internet bukanlah media massa karena bukan alat atau perantara, melainkan hanyalah “lingkungan” baru. Internet bukan media massa karena tidak memenuhi karakteristik dan fungsi media massa. Internet adalah imitasi kehidupan nyata agar menjadi lebih mudah.

One Comment Add yours

  1. oka says:

    Secara spesifik menurut saya, dalam beberpa kasus internet adalah juga media massa karena mempunyai karakterisitk media massa, seperti halnya wabsite berita, atau versi online dari mmedia -media tradisional.saya kira perlu ada pembatasan yang jelas untuk mengkategorikan definisi interne t sebagai media massa baru. Mungkin dalam beberpa spesifikasi adalah benar adanya, walaupun seperti yang anda katakan, secara umum internet belum tepat dikatakan sebagai media massa baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s