PRESIDEN DIHARAP TAK SAMPAIKAN HAL NORMATIF SOAL CENTURY

 

Jakarta, 4/3 (ANTARA)-Lembaga dan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Petisi 28 mengharapkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tak sampaikan hal-hal normatif malam ini, untuk membela pihak-pihak yang disinyalir bersalah dalam kasus Century

“Kalau Pak SBY menyampaikan hal-hal normatif lagi, membela pihak-pihak yang disinyalir bersalah, maka akan menyulut kemarahan rakyat yang lebih besar lagi,” kata anggota Petisi 28 dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lalu Hilman Afriandi, dalam pernyataan sikap Petisi 28, di Jakarta, Kamis.

Dari mayoritas anggota DPR memilih opsi C, kata Lalu Hilman, terlihat bahwa ada kesalahan dalam politik, yaitu pemberian dana talangan (bail out) pada. Petisi 28 akan mendesak Presiden SBY untuk mempertanggungjawabkan kebijakan bail out ini di depan publik.

Saya mengharapkan nanti malam dalam pidatonya, Presiden menyatakan meminta maaf kepada rakyat karena sudah melakukan pelanggaran hukum. Jika Presiden berani meminta maaf, maka rakyat pasti akan memberikan apresiasi padanya,” tutur Lalu Hilman.

Petisi 28 Puji DPR

Terlepas dari kritiknya terhadap Presiden SBY, Lalu Hilman memberikan apresiasi pada partai-partai di DPR yang mampu menjaga konsistensi mereka untuk mewujudkan kebenaran dalam kasus Century ini.

Ketika DPR telah memutuskan opsi C, lanjut Lalu Hilman, dan ada indikasi pelanggaran UUD 45, maka DPR bisa menggunakan hak menyatakan pendapat, apakah pemerintah bersalah atau tidak dalam penetapan kebijakan pemberian bail out pada Bank Century.

Meski bagaimana pun, simpulan yang diberikan DPR semalam merupakan kemenangan rakyat. Untuk itu, Petisi 28 mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia,” kata Lalu Hilman.

Sementara itu, Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Iwan Dwi Laksono memuji sikap anggota Dewan yang mulanya cenderung memilih opsi A, namun kemudian justru memilih opsi C.

Ada anggota Dewan yang berani bertentangan dengan partainya. Itu berarti ada kesadaran dalam diri mereka bahwa memang dalam pengambilan kebijakan tentang bail out itu, ada pelanggaran terhadap undang-undang,” kata Iwan yang juga anggota Petisi 28.

Baik Iwan maupun Lalu berpendapat, jika ada indikasi untuk melindungi pihak-pihak yang bersalah, maka mereka beserta organisasi massa lainnya akan terus bergerak untuk mewujudkan kebenaran.

(m.pps)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s