IMF Prediksi Indonesia Miliki Performa Ekonomi Terbaik

Jakarta, 11/3 (ANTARA)-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar, mengatakan, International Monetary Fund (IMF) memprediksi Indonesia memiliki performa ekonomi terbaik di antara negara-negara di Asia Tenggara tahun ini.

“Saat negara-negara tetangga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi signifikan dan bahkan kontraksi ekonomi yang tajam, PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia mampu tumbuh sekitar 4-5 persen per tahun selama dua tahun terakhir,” kata Mustafa Abubakar dalam orasi ilmiahnya yang disampaikan dalam Wisuda Universitas Nasional, di Jakarta Convention Center, Kamis.

Menurut Mustafa, indikator-indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan hal positif. Inflasi mengalami penurunan dari 11 persen pada Desember 2008 menjadi 2,78 persen pada Desember 2009.

Selain itu, lanjut Mustafa, PDB per kapita Indonesia diharapkan akan tumbuh dari 1.900 dolar AS pada tahun 2007, menjadi 2.240 dolar pada tahun 2009, dan mencapai 2.800 dolar pada tahun 2010.

Besaran cadangan devisa juga telah mencapai level tertinggi, yaitu hampir sebesar 700 miliar dolar.

“Besaran PDB per kapita ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia telah mampu melakukan lompatan signifikan sejak krisis tahun 1998 yang sempat merontokkan PDB per kapita Indonesia ke bawah level 600 dolar,” jelas Mustafa.

Semua keberhasilan itu, ungkap Mustafa, disebabkan Indonesia mampu belajar untuk memperbaiki fondasi ekonomi nasional dan membentuk ketangguhan, serta daya tahan dalam menghadapi persoalan-persoalan baru.

Mustafa melanjutkan, ketangguhan tersebut terutama terlihat dari kemampuan perekonomian Indonesia untuk bertahan dan mengatasi krisis keuangan global yang dimulai dengan krisis “subprime mortgage” di Amerika Serikat pada 2007.

Di Amerika Serikat, kata dia, beberapa institus finansial terkemuka dipaksa mengalami kebangkrutan atau menerima injeksi modal dalam skala besar.

“Dengan fondasi kuat pasca krisis moneter pada tahun 1998, Indonesia mampu menjadi salah satu dari sedikit negara yang bertahan menghadapi krisis keuangan global ini,” tutur Mustafa.

Menurutnya, hal tersebut tak bisa dipisahkan dari peran penting BUMN.

Mustafa menjelaskan, anggaran belanja modal dan operasional seluruh BUMN menyamai volume Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau setara dengan kurang lebih Rp1.000 triliun. Sumbangan BUMN terhadap APBN mencapai Rp129,4 triliun.

m.pps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s