15 PERANCANG SIAPKAN BUSANA UNTUK PANASONIC AWARDS

Jakarta, 18/3 (ANTARA)- Sebanyak 15 perancang busana dari Indonesia akan menyiapkan pakaian dan gaun malam yang terbuat dari kain tradisional untuk dipakai para artis dalam perhelatan “Panasonic Gobel Awards 2010”.

“Tema busana tetap pakaian petang mewah, namun bahan-bahan yang digunakan adalah bahan secara global, sepeti ulos, songket, dan batik,” kata perancang busana Carmanita, dalam konferensi pers 13th Panasonic Gobel Awards 2010, di Jakarta, Kamis.

Budaya tradisional, kata  Carmanita, bukan hanya yang berbentuk tari-tarian, melainkan juga kain tradisional. Bahan kain tradisional ini nantinya akan dibentuk sebagai gaun malam pada umumnya yang berciri khas mewah.

“Jadi, nanti masing-masing designer akan menciptakan busana yang paling unik yang tentunya cocok dipakai oleh tiap artis,” tutur Carmanita.

Pada malam penghargaan nanti, kata Carmanita, seluruh busana yang digunakan akan disesuaikan dengan tema modern nusantara dengan sentuhan emas. Tema ini juga menjadi “dress code” untuk seluruh undangan yang hadir.

Menurut Ketua Panitia Panasonic Gobel Awards 2010 Rinaldi Sjarif, berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini panitia melibatkan Carmanita dan Ghea Sukasah sebagai desainer yang akan mengomentari busana-busana yang akan dikenakan para artis dan undangan di karpet merah.

“Kami selaku panitia sudah percaya dengan kemampuan Carmanita. Dia sudah sangat ahli tentang busana, apalagi batik,” tutur Rinaldi.

Beberapa perancang lain yang ikut serta, kata Rinaldi, di antaranya Deden Siswanto, Merdi Sihombing, Didit Prabowo, Ramli, dan beberapa desainer muda

Indonesia Unite

Tema busana yang dibuat dari kain tradisional mengikuti tema Panasonic Gobel Awards 2010, yakni  “Indonesia Unite”.

Menurut Rinaldi, tema ini dipilih untuk mengangkat semangat kebersamaan dan gotong royong di antara berbagai elemen bangsa untuk saling membantu dan menunjukkan kepedulian kepada sesama demi kemajuan bangsa dan negara.

“Ikatan bangsa Indonesia sangat kuat. Televisi menjadi salah satu faktor pemerkuat bangsa, lepas dari pro dan kontra tentang fungsi televisi,” tutur Rinaldi.

Bagaimana pun, kata Rinaldi, persaingan yang terjadi di 11 stasiun televisi nasional, diperlukan juga kesatuan karena televisi merupakan industri kreatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s