JABABEKA DICANANGKAN JADI PUSAT SOLUSI MASALAH LINGKUNGAN

Jakarta, 17/3 (ANTARA)- Kota Jababeka dicanangkan menjadi kota pusat solusi masalah lingkungan, dengan konsep menjadi Taman Eden yang ramah lingkungan dan dibentuknya Jababeka “Botanic Gardens”.

“Pencanangan kota Jababeka sebagai Taman Eden adalah sebuah konsep kota sebagai komunitas manusia yang memiliki kualitas hidup yang utuh dan merupakan jawaban bagi persoalan ekologi,” kata Direktur Eksekutif Botanic Garden Eka Budianta, di Jakarta, Rabu.

Botanic Gardens, kata Eka Budianta, termasuk dalam penyangga terbuntuknya Taman Eden impian.

Selama ini, Botanic Gardens berperan sebagai paru-paru kota Jababeka dan sebagai sarana olahraga bagi penghuni Jababeka.

Botanic Gardens ini sangat sensitif terhadap lingkungan hidup dan memengaruhi kualitas hidup manusia masa deppan
“Konsep  Taman Eden sangat memperhatikan keselarasan hubungan manusia penghuni sebuah komunitas dengan lingkungannya,” tutur Eka Budianta.

Konsep ini, lanjut Eka, bertolak belakang dengan kondisi kota-kota yang ada di Indonesia saat ini, di mana keberadaan sebuah kota hanya sebagai sumber soal bagi lingkungan karena kurang adanya perhatian pengembang kota dan peghuninya terhadap lingkungan.

Selaras dengan pendapat Eka Budianta, Pendeta Natan Setiabudi mengatakan, pencanangan Jababeka sebagai “pusat solusi” adalah sebagai bentuk pengubahan kota yang tadinya menjadi “sumber persoalan” bagi lingkungan.

“Dengan adanya konsep Taman Eden yang dipelopori oleh kota Jababeka, diharapkan keberadaan sebuah kota menjadi ‘pusat solusi’ bagi permasalahan lingkungan,” kata Natan Setiabudi.

Menurut Natan, Jababeka sangat siap untuk menjadi Taman Eden karena telah memiliki penduduk yang sadar akan masalah lingkungan, dan berbagai fasilitas yang ramah lingkungan.

Adapun fasilitas ramah lingkungan itu seperti pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, dan pengolahan sampah padat.

“Fasilitas ramah lingkungan ini sebagai pendukung semua kegiatan ekonomi di kota Jababeka. Dengan demikian terjadi keseimbangan antara aktivitas ekonomi kota dengan lingkungan sebagai proses management estate yang baik sebagai prasyarat yang harus dimiliki untuk terbentuknya Taman Eden,” lanjut Natan.

Cinta Tanaman

Eka Budianta mengatakan masyarakat Jababeka sangat mencintai tanaman.

“Mereka dengan senang hati menanam berbagai jenis tanaman di halaman rumahnya,” katanya.

Di Botanic Gardens setidaknya seluas 70 hektare tanah sudah ditanami, sedangkan 30 hektare tanah belum ditanamani.

Menurut Eka, ada 67 spesies tanaman di Botanic Gardens dan ada 2000 batang pohon yang ditanam di lapangan golf Jababeka.

“Setidaknya sejak tahun 2005 hingga sekarang, suhu di Jababeka mengalami penurunan karena penanaman pohon-pohon. Tadinya 32 derajat Celcius, sekarang menjadi 28 derajat Celcius,” kata Eka.

Pada tahun 2025, lanjut Eka, seluas 5600 hektare tanah di Jababeka akan diberdayakan sebagai bentuk Taman Eden. Hingga saat ini tanah yang sudah diolah mencapai 3000 hektare.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s