Reposisi KKNM Unpad 2009

“Dalam KKN kali ini, mahasiswa tidak perlu membuat program yang mengeluarkan banyak dana, tetapi cukup dengan menjalankan program yang telah direncanakan oleh dosen pembimbing lapangan.”

Hal itu diungkapkan oleh Dr. Zainuddin, MS, Ketua Divisi Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada pembekalan KKN di Gedung Kuliah Bersama Unpad pada Kamis (2/7). Dalam KKN tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa harus membuat program sendiri. Tak jarang juga para mahasiswa peserta KKN itu harus  “menjual” proposal pada perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan dana menyukseskan program mereka. Kali ini tidak demikian, ibaratnya mahasiswa hanya tinggal di desa dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka.

“Itu sesuai dengan tema yang tertulis dalam buku panduan KKN, yaitu Belajar Bersama Masyarakat Melalui KKNM Integratif. Jadi, kalian tinggal di sana, saling timbal balik belajar bersama masyarakat,” lanjut  Zainuddin.

Aturan KKN yang akan diadakan mulai 13 Juli 2009 ini pun diperketat. Mahasiswa dikondisikan agar tetap tinggal di dalam desa dan tidak diperkenankan untuk meninggalkan desa. Hal itu juga termasuk tidak diperbolehkan sama sekali mencari dana dengan “menjual” proposal ke perusahaan-perusahaan tertentu. Jika ingin meninggalkan desa, maka mahasiswa harus meminta izin melalui koordinator desa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Waktu yang disediakan untuk meninggalkan lokasi KKN hanya dua kali 24 jam. Jika peserta KKN ingin meminta izin meninggalkan lokasi KKN lebih dari dua hari, maka izin harus diberikan langsung dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Dalam pelaksanaan KKN nantinya, mahasiswa akan menjalankan program yang telah dicanangkan DPL masing-masing. Namun, tidak terutup kemungkinan bahwa program-program dari mahasiswa akan bisa dilaksanakan, asal sesuai dengan program yang dicanangkan DPL. Dosen pun akan mengontrol kegiatan mahasiswa kurang lebih satu kali seminggu dalam kurun waktu lima minggu pelaksanaan KKN.

“Mungkin ada kekhawatiran dari paradigma lama dengan sistem tematik. Takutnya mahasiswa mengganggap kreativitasnya dibatasi, karena mahasiswa melakukan kegiatan yang sebenarnya kegiatan dosennya. Sama sekali tidak begitu karena ada kegiatan yang direncakan oleh mahasiswa,” ujar Zainuddin.

Sesuai dengan Program Pemprov Jabar

Pelepasan 3.278 mahasiswa peserta KKN Unpad diadakan di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung (30/6). Tiga ribu lebih mahasiswa itu terdiri dari 1.313 mahasiswa putera dan 1.965 mahasiswa puteri. Menurut Sekretaris LPPM Ir. Sondi Kuswaryan, peserta KKN tahun ini adalah yang terbesar di Indonesia saat ini.

Pelaksanaan KKN kali ini, mahasiswa disebar di kabupaten-kabupaten Jawa Barat yang terletak di bagian selatan, yaitu Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, Sumedang, dan Kabupaten Bandung. Tentunya ada alasan mengapa KKNM tahun ini berbeda tempat dari sebelumnya. Tim observasi dari LPPM Unpad  mengamati adanya perbedaan perlakuan dan indeks pembangunan masyarakat antara daerah utara dan selatan. Masyarakat di selatan pada umumnya masih  terisolasi, sehingga butuh dibantu.

Dalam pelepasan tersebut hadir pula Ketua LPPM Oekan S. Abdullah, Rektor Unpad Ganjar Kurnia, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Oekan menekankan bahwa KKN ini akan berlangsung selama lima minggu, dimulai dari 13 Juli hingga 20 Agustus 2009.

“Tujuan KKN tahun ini adalah member kesempatan kepada mahasiswa, dosen, masyarakat, untuk memahami dan memecahkan masalah, serta meningkatkan kerja sama antara Unpad, pemda, dan institusi lain,” ujar Oekan dalam pidato pembukaan.

Ganjar Kurnia, dalam pidatonya, berkata bahwa pelaksanaan KKN ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial Unpad dan mahasiswa kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan untuk bisa cepat menyesuaikan diri dan berbaur dengan masyarakat setempat.

KKN tahun ini dinamakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa-Program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen (KKNM-PPMD). Penggabungan itulah yang merupakan salah satu yang baru dari KKN tahun ini. Digambarkan olehnya, bahwa mahasiswa maupun dosen sama-sama memiliki tanggung jawab sosial pada masyarakat, sehingga dalam hal ini, “lingkaran” dosen dan “lingkaran” mahasiswa saling beririsan dan membentuk siklus dengan masyarakat sekitar.

“Ada tiga dimensi KKN, yaitu pendidikan, penelitian, dan membantu memecahkan serta menanggulangi secara pragmatis masalah yang dialami. KKNM ini sifatnya pastisipatif,” kata Ganjar.

Bergabungnya program pengabdian dosen dan KKN mahasiswa ini turut pula menarik perhatian Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jawa Barat. Dukungan penuh pun diberikannya untuk kegiatan KKNM_PPMD ini. Ahmad Heryawan, yang sempat terlambat datang ke GOR C-Tra, mendapat sambutan hangat para mahasiswa yang hadir saat dia mulai memberikan pidatonya.

Ahmad Heryawan menaruh perhatian secara khusus pada masalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, infrastruktur, dan lingkungan hidup. Persoalan-persoalan itulah yang menjadi fokus dalam program Pemprov Jabar tersebut. Dia mengharapkan agar kegiatan KKN ini bisa bersinergi dengan keinginan Pemprov Jabar.

Dalam pidatonya, Ahmad menjabarkan bahwa di Jawa Barat ini, sebagian besar masyarakat masih menyekolahkan anak mereka hanya sampai jenjang SMP. Hal itu juga yang membuat masyarakat tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga membuat daya beli masyarakat menjadi rendah. Heryawan berharap mahasiswa dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, indeks pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat desa.

“Saya mengharapkan para mahasiswa dapat turut mendukung program-program tersebut melalui kegiatan KKNM ini. Diharapkan mahasiswa dapat memberi sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat setempat,” kata Ahmad Heryawan.

Reposisi KKNM Unpad

Pada tanggal 11 Juni 2009 lalu, LPPM Unpad mengadakan Lokakarya Reposisi KKNM Unpad, yang bertempat di bekas Sekretariat Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), Jalan Banda, Bandung. Dalam lokakarya tersebut hadir pula Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Ketua Badan Pusat Statistik Provinsi Jabar Lukman Ismail, perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Provinsi Jabar, perwakilan Badan Perencana Pembangunan Daerah Jabar, dan Tim Pendamping LPPM dan Divisi KKNM Unpad.

Rektor Unpad mengimbau agar KKN kali dan seterusnya bukan hanya menjadi tempat untuk mencanangkan program-program bagi desa semata—sehingga pada akhirnya malah menjadi tidak tepat guna seperti pengadaan Biaya Langsung Tunai (BLT)—, melainkan dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ada beberapa hal yang perlu diformat ulang dalam kegiatan KKN yang notabene telah berlangsung selama lima dekade terkahir ini. Perubahan demi perubahan lazim dilakukan, sesuai dengan kemajuan zaman dan kebutuhan berbagai pihak. Dikatakannya, bukan hanya mahasiswa saja yang berperan aktif, melainkan juga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat. Ada baiknya pihak Unpad  dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti BPS, BKKBN, Bappeda dan sebagainya. Dari data-data  lembaga-lembaga tersebut, mahasiswa dapat belajar mengumpulkan, mengidentifikasi dan strategi pemecahan masalah sekaligus pendekatan dengan masyarakat.

Tema KKNM-PPMD kali ini adalah “Belajar Bersama Masyarakat melalui KKN Integratif”. Oekan S. Abdullah berharap agar KKN ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Mereka akan tinggal bersama dala satu desa dan berusaha mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dalam desa tertentu. Bersama dengan masyarakat desa tersebut, mahasiswa dan dosen berproses bersama untuk mencari jalan keluar yang solutif. Diharapkan agar mahasiswa yang berasal dari multidisiplin ini bisa bekerja sama dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s