Di Manakah Letak Gerbang Utama Unpad

Rina, mahasiswa Fikom Unpad tingkat 4, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan 60 km/jam. Bermobil dari Perumahan Puri Indah, ia menyusuri jalan dari pangkalan bis Damri lama, melewati Universitas Winaya Mukti (Unwim), menuju Gerbang Utara Unpad yang letaknya jauh dari jalan utama Jatinangor. Rina harus berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya karena jarak tempuh yang lebih jauh dari biasanya untuk menuju kampus.

“Sekarang kalau mau pergi ke kampus susah ya, harus muter jauh dulu? Gue heran deh, kenapa gerbang BNI (Gerbang Barat Unpad, red) itu nggak dibuka aja untuk jalan masuk mobil? Kan boros bensin jadinya. Lagipula, masa universitas ternama pintu gerbang utamanya kok tersembunyi di belakang?” keluhnya.

Hal seperti itu tidak saja dirasakan mahasiswa, dosen pun memiliki keluhan tersendiri. Salah seorang dosen Fikom yang memang sehari-harinya selalu menggunakan kendaraan umum, mengungkapkan pertanyaan mengapa Gerbang Selatan Unpad justru tidak bisa dimasuki mobil?

“Sejarahnya, kan, Gerbang Unpad memang terletak di selatan sejak bertahun-tahun lalu. Dan itu menjadi penanda bahwa Universitas Padjadjaran terletak di situ. Sekarang, tulisan penanda Universitas Padjadjaran saja sudah tidak ada. Coba, kita lihat di UGM, Undip, atau ITB, selalu jalan masuk mereka terlihat dari jalan utama. Unpad justru meletakkan gerbang utama jauh di bagian utara. Bayangkan orang tua mahasiswa baru yang akan memasuki Unpad, pasti bingungnya luar biasa hanya untuk masuk Unpad. Belum lagi tidak ada penunjuk arah untuk masuk Unpad melalui Gerbang Utara. Apakah di Unpad ini tidak ada sarjana yang bisa membantu mendesain gerbang yang baik?” katanya dalam sebuah forum perkuliahan.

Mendengar keluhan-keluhan seperti di atas, Edward Henry, Kepala Bagian Rumah Tangga dan Tata Usaha Unpad, hanya tersenyum sabar dan menjelaskan perkara Gerbang Unpad itu. “Kata siapa penanda Universitas Padjadjaran sudah tidak ada? Belum dibangun saja. Bedanya adalah, kalau dulu masuk mobil, sekarang motor saja bahkan tidak bisa masuk. Jadi hanya ada enam rongga saja untuk seliweran orang, untuk keluar dan masuk. Ini tetap menjadi gerbang kita. Ini gerbang manusia, bukan gerbang kendaraan,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung, pada hari Kamis (1/10).

Edward memaparkan, jika di Gerbang Selatan Unpad tetap didesain untuk bisa dilewati mobil, tidak terbayang kacaunya akan seperti apa. Apalagi letak tikungan jalan menuju arah Tanjungsari terletak di gerbang. Menurutnya, untuk saat ini letak gerbang yang bisa dimasuki kendaraan memang di bagian utara Unpad. Ia pun menjelaskan hal yang selama ini menjadi pertanyaan banyak mahasiswa dan dosen mengenai penutupan Gerbang Barat Unpad. Jika Gerbang Barat dijadikan gerbang masuk kendaraan, maka hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. Dituturkannya puncak menumpuknya kendaraan ada di perempatan tersebut sekarang. Akan tercipta antrian panjang mobil di Gerbang Barat jika mobil dibiarkan masuk lewat gerbang itu.

Ada alasan lain mengapa gerbang barat tidak dijadikan tempat masuk mobil. Jalan menuju Unpad dari Gerbang Barat itu tiga tahun lalu pernah dibuka untuk dua arah, artinya bisa untuk keluar masuk kendaraan. Ternyata dengan begitu tingkat kecelakaannya tinggi sekali, terutama kecelakaan motor. Di titik jalan turunan, kendaraan biasanya melaju kencang dan kecelakaan terjadi di titik itu. Alasan kedua mengapa Gerbang Barat tak bisa dimasuki kendaraan, sebenarnya fungsinya bukan sebagai jalan melainkan sebagai penahan danau dengan adanya jembatan. Jika kendaraan bermobil diizinkan masuk, otomatis yang masuk bukan hanya mobil kecil saja, truk sampah dan teronton juga masuk—jika ada pembangunan di dalam Unpad.

“Kalau truk-truk itu masuk lewat situ, bisa ambrol jembatan itu. Kalau dinding penahan danau ambrol, bencana buat berapa desa nantinya?” jelasnya.

Bale Padjadjaran vs Jalan Baru

Setahun yang lalu, antara Pemda Sumedang dengan Unpad sempat berselisih paham tentang berdirinya Bale Pajajaran 3 yang letaknya di dekat Cisaladah. Mulanya jalan yang dari arah Bandung yang sudah dibangun saat ini akan diteruskan dari Gerbang Selatan Unpad menuju Pondok Mulana-Hegarmanah dan nantinya keluar di Cikuda. Permasalahannya terletak ketika pembangunan jalan itu ternyata berimbas terhadap bangunan Bale Pajajaran 3—yang artinya bangunan itu harus dirobohkan. (dJATINANGOR edisi Oktober 2008) Bisa dilihat sekarang ini bahwa rencana pembangunan jalan menuju Cisaladah sepertinya belum akan segera direalisasikan.

Edward membantah bahwa dibelokkannya jalan utama dari arah Bandung menuju Tanjungsari di depan Gerbang Selatan adalah karena jalan menuju Cisaladah tidak jadi dibangun.Menurutnya, jalan yang melewati Gerbang Utara yang dibelokkan itu berfungsi untuk mengembalikan lagi ke jalan semula. Jadi atau tidak jadi pembangunan menuju Cisaladah, melewati Cikuda, jalan yang menikung di Gerbang Selatan itu akan tetap seperti itu.

“Pembangunan jalan yang keluarnya di Cikuda itu, otomatis melewati asrama kita (Bale Pajajaran 3, red), yang akan terkena imbas pembangunan jalan kalau dipaksakan seperti itu. Kita tidak minta pembangunan jalan itu dibatalkan, tetapi kita minta digeserlah letak jalan itu sekitar 10 meter. Kalau digeser, yang terkena imbas pemukiman padat penduduk. Itu yang membuat Pemda Sumedang sepertinya malas berurusan dengan warga. Kalau Pemda mengambil lahan Unpad, kan tidak berurusan dengan siapa-siapa,” kata Henry.

Tanah yang terkena imbas pembangunan jalan adalah tanah PTKAI (Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia) yang diduduki secara liar oleh penduduk. Edward berpendapat bahwa hal ini berpotensi menjadi konflik sosial karena kepemilikannya ada pada PTKAI. Dulu pada zaman Belanda, jalur menuju jembatan cincin adalah rel kereta api jurusan Tanjungsari. Karena tidak dipergunakan lagi, maka dijadikan bangunan-bangunan oleh masyarakat.

“Kita ini mendukung program pemerintah—karena kita juga milik pemerintah—tapi mbok ya digeser pembangunan jalan itu. Jadi jangan bilang batal gara-gara Unpad, ya. Kita tidak memperkenankan dua gedung kita itu diambrukkan. Meskipun diganti rugi, saya yakin Pemda bisa mengganti rugi, selama Bale dibangun lagi, lalu penghuninya akan diungsikan ke mana,” jelas Edward.

Rencana Pembangunan Gerbang Baru Disinggung mengenai tidak adanya penunjuk arah menuju Gerbang Utara, Edward mengatakan, “Kalau masalah sign (penunjuk arah, red), saya setuju. Kita harus lengkapi itu. Mudah-mudahan kita bisa melakukannya secara bertahaplah. Sebenarnya kita juga sedang memikirkan ada satu gerbang besar. ”

Rektor Unpad Ganjar Kurnia membenarkan pernyataan Edward mengenai adanya rencana pembangunan gerbang utama baru. Gerbang utama itu letaknya akan tetap di bagian utara Unpad karena dari pihak Pemda merencanakan pembangunan jalan tol Cisumundawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang merupakan terusan dari jalan tol Cileunyi yang melewati area di luar Unpad di bagian utara.

“Kalau jalan tol itu melewati atas (utara), kemungkinan Gerbang Unpad akan kita bikin di atas. Kita belum tahu sekarang karena kita sedang menunggu. Jadi, kita sedang mencari alternatif mana yang paling pas. Yang jelas, sekarang kita gunakan masuk itu kan dari atas. Itulah jalan masuk kita. Mengenai jalan masuk mobil memang cukup merepotkan karena harus memutar. Kalau untuk mahasiswa sebenarnya di depan kan sudah disediakan angkot gratis. Kalau sekedar keliling ke sana, kan, nggak apa-apa,” kata Rektor.

Rencana pembangunan jalan tol tersebut bukan lagi sekedar wacana, melainkan sudah hampir direalisasikan. Tahun 2010 akan dimulai pembangunannya yang menjadi urusan Dinas Pekerjaan Umum Pemda Sumedang. Edward menambahkan pernyataan Rektor bahwa titik gerbang utama ini belum pasti karena ingin melihat dulu di mana pastinya jalan tol ini akan dibangun.

“Iya, pembangunan tol itu di luar area Unpad, mungkin di belakang, mungkin juga di samping. Yang jelas itu sambungan tolnya Cileunyi, sehingga kendaraan yang mau ke Cirebon tidak lagi lewat Tanjungsari,” kata pria bule itu. (Purwaningtyas Permata Sari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s