Catatan Bebas tentang Cinta

Cinta itu memuakkan… Membosankan… Membuat kening berkerut
Berapa sering kita mendengar cerita cinta
Selalu begitu, bukan, tentang cinta?
Terlihat dinamis namun sebenarnya statis
Wujud cinta itu sama, tak terlihat, namun bisa dirasakan
Cinta lawan jenis
Cinta yang membahagiakan
Cinta hingga ke pelaminan
Cinta keluarga
Cinta sesama jenis
Cinta yang menyengsarakan
Cinta perselingkuhan
Cinta persahabatan
Kata dan rasa bernama “cinta” tetap sama
Ia hanya menghampiri orang dengan cara berbeda
Karena cinta, manusia bisa gila, kalap, nelangsa
Ada orang yang rela melakukan segalanya demi cinta
Wow… Sehebat itukah cinta?
Apakah manusia tak membutuhkan logika?
Betulkah perasaan manusia bisa membuat manusia benar dalam melakukan segala hal?
Terkadang menggunakan perasaan hanya membuat manusia lengah dan tidak tangguh
Manusia yang menggunakan logika cenderung cepat menemukan keberhasilan
Orang yang menggunakan logika pun akan berpikir untuk mencintai seseorang
Manakah yang lebih indah antara cinta dan logika?
Bisakah keduanya digabungkan?
Cinta adalah perihal logika, bukan perasaan. Cinta bisa muncul, menyusul logika.

*It was created on 2nd July 2010 at Mabes Polri’s press room when I waited OC Kaligis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s