Menjadi Profesional VS Wirausahawan

“Me without working isn’t me.”

Begitulah kalimat yang diucapkan Sarah Jessica Parker dalam sebuah scene di film “I Don’t Know How She Does It” yang diputar di bioskop-bioskopIndonesia awal tahun 2012 ini. Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang mampu mengejar karirnya, namun juga berupaya sekuat tenaga untuk mengurus keluarganya. Satu hal yang bisa dipetik dari film ini adalah bahwa dengan ketekunan, seorang pekerja kantoran akan mampu mencapai puncak karirnya.

Sayangnya akhir-akhir ini banyak orang yang berpikir bahwa berwirausaha jauh lebih baik daripada menjadi pekerja kantoran. Alasannya, dengan berwirausaha mereka bisa mengatur pola kerja mereka sendiri; mereka bisa mendapatkan untung yang lebih besar; dan tidak perlu diatur atasan.

Sebuah ide yang sering menghinggapi karyawan adalah bahwa kreativitas mereka tidak akan berkembang apabila mereka tetap menjadi karyawan, apalagi bagi yang sulit untuk naik jabatan atau penghasilan. Terkadang mereka tak menyadari bahwa banyak kreativitas bisa berkembang saat menjadi karyawan. Hanya saja mereka tak berpikir demikian.

Jangan kira dengan menjadi wirausaha lantas dagangan kita akan serta-merta laris. Masih banyak saingan di luar sana yang berdagang atau menawarkan jasa layanan tertentu. Siapkah kita berkompetisi dengan wirausahawan yang sudah lebih dulu eksis? Berwirausaha tidak semudah yang dipikirkan orang.

Memilih jenis usaha juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Berwirausaha juga merupakan sebuah kesukaan atau terkadang orang mengatakan hal itu bakat. Jika seseorang sudah menyukai bidang dagang tersebut, maka peluang untuk sukses pun semakin besar.         Kesukaan, itu pula kunci sukses bagi karyawan. Berdagang dan bekerja adalah pilihan atas kesukaan. Dengan menggeluti bidang kerja kesukaannya, maka seseorang bisa meniti karir hingga posisi yang diidamkan.

Seseorang seharusnya tidak berpikir ”asalkan saya bisa bekerja dan punya penghasilan”. Dengan pemikiran seperti itu, sudah pasti seorang karyawan tidak akan maju dalam karirnya. Pilihlah pekerjaan yang memang disukai agar dalam melakukannya pun kita terpacu untuk maju. Kreativitas pun akan menyusul di belakang ketika kita sudah suka pada suatu hal.

Belajar dari ”Pursuit of Happyness”

Salah satu contoh di mana seorang profesional mampu meniti karir pada bidang yang ia suka adalah Chris Gardner. Kisah hidupnya sudah difilmkan dengan judul ”Pursuit of Happyness”. Peran utamanya dimainkan oleh Will Smith. Jika ada kesempatan, Anda boleh menonton film ini untuk membakar semangat Anda agar bisa meniti karir dengan sukses.

Chris Gardner adalah seorang pialang saham yang sukses di Amerika Serikat. Gardner sempat menjadi orang miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. Terkadang ia dan puteranya harus mengantri untuk bisa tidur di rumah singgah pada sore hari. Pada saat itu ia menjual pemindai kepadatan tulang yang rupanya tak terlalu laku, padahal seluruh tabungannya dihabiskan untuk modal membeli alat itu.

Namun, Gardner memiliki cita-cita lain yakni menjadi pialang saham. Mulanya ia rela magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds. Kemiskinan dan ketunawismaannya semakin mendorong tekad Gardner untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds. Akhirnya, Gardner berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana.

Cerita dari Chris Gardner ini bisa menjadi inspirasi kita untuk bisa berkarya dan berprestasi pada bidang yang kita sukai. Pada mulanya adalah kecintaan pada pekerjaan, lalu upgrade pengetahuan dan keterampilan Anda, kemudian kesuksesan akan menyusul di belakangnya.

Jangan berpikir tentang bagaimana mendapatkan banyak uang secara instan karena pemikiran itu akan menjerumuskan Anda. Anda akan dengan mudah mengikuti tren yang sedang berkembang. Misalkan saja, tren menjadi wirausahawan, seperti Gardner yang salah langkah dengan mencoba menjual alat pemindai kepadatan tulang. Salah memilih langkah, Anda sudah membuang-buang waktu dan tenaga hanya untuk meraup keuntungan sesaat. Hal yang terjadi kemudian adalah penyesalan karena salah langkah; mungkin juga penyesalan karena telah berhenti bekerja hanya untuk menjadi wirausahawan yang tanpa konsep.

Alasan Tetap Bekerja

Ada manfaat pasti yang dapat dipetik dengan menjadi karyawan. Wujudnya berupa stabilitas; stabil baik dari gaji, tunjangan, liburan, dan jaminan kesehatan. Jika Anda digaji sepuluh juta rupiah per bulan dan Anda merasa nyaman dengan pekerjaan Anda, tetaplah menjadi karyawan sambil terus berupaya meniti ke jenjang karir selanjutnya.

Jika ada orang berkata, ”Jika Anda terus bekerja dan tidak memilih untuk berwirausaha, maka Anda tidak bekerja keras dan tidak akan berkembang.” Pernyataan itu seperti sebuah lelucon. Bekerja atau berwirausaha merupakan sebuah pilihan. Siapa pun yang memiliki semangat dan cinta untuk pekerjaan, mereka akan bekerja sangat keras untuk unggul.

Ada beberapa jenis pekerjaan yang sifatnya mampu mengikat orang di dalamnya untuk tidak menjalankan bisnis. Contohnya adalah ilmuwan. Pekerjaan mereka dianggap menantang dan memuaskan bagi mereka. Hasrat mereka adalah untuk mengungkap misteri ilmu pengetahuan. Jika ilmuwan diberi kepercayaan untuk mengengola waralaba McDonalds, misalkan, bahkan gratis, mungkin mereka akan sengsara karena mereka tak mampu untuk mencanangkan meraup untung yang besar.

Jika seseorang sudah menjadi yang terbaik di bidangnya dan dia puas dengan apa yang dilakukannya, tanpa berpikir untuk berbinis, apakah itu salah? Hal itu tidak salah, hanya saja berbisnis tidak menarik bagi mereka. Tidak semua orang membenci pekerjaan mereka. Mereka memiliki hasrat yang sama sebagai pengusaha. Mereka memilih lingkungan yang aman dan terstruktur untuk bekerja sesuai dengan hasrat mereka.

Di sisi lain, bila Anda menjadi karyawan dan merasa berat dan takut bangun di pagi hari untuk bekerja; bila Anda frustasi dengan kehidupan Anda selama bekerja; carilah pekerjaan yang sesuai atau mungkin itu suatu pertanda bahwa Anda harus mulai menjalankan bisnis sendiri yang sesuai minat Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s