Wedding Expo Exprience: From Kuda Laut Wedding Card, Richard Costume Design, then Ricky and Co Photography

Meskipun pernikahan gue baru akan terlaksana 12 September 2015, persiapannya udah dari 10 bulan sebelumnya. Alasannya ga karena gue paling gak bisa mempersiapkan sesuatu secara tergesa-gesa. Mumpun tunangan gue lagi ada darat (dia kerja di offshore, makanya jarang afa di darat), jadilah tanggal 29 November 2014 kami pergi ke Annual Wedding Expo di JCC.

Berhubung pernikahan gue nggak diselenggarakan di Jakarta, makanya gue cuma bakal cari 3 vendor doang : percetakan undangan, bikin jas buat tunangan gue, dan foto prewedding.

Pertama sekali kami cari vendor wedding card. Ya ampun Sis, segala yang ada di wedding expo tuh emang harganya mahal-mahal. Akhirnya kami ketemu vendor yang paling rame dikunjungi pengunjung JCC, Kuda Laut Wedding Card. Gue dan tunangan gencar cari-cari model kartu dan nanya harganya. Karena harganya mahal-mahal di atas Rp 12.000,- / piece, gue hopeless dan langsung tembak kokonya, “Harganya yang paling murah berapa?” Ketemulah harga Rp 9.000,- / piece dengan gramatur yang gak tebel, cetak hanya dengan 2 warna tinta, tapi contoh gambarnya sih lucu-lucu. Tunangan gue yang gak suka berlama-lama, ya udah deh kami deal buat bikin 500 undangan di Kuda Laut itu.

Ternyata dengan berbekal sedikit pengetahuan tentang percetakan undangan, gue harusnya bisa dapat harga yang lebih murah daripada itu. Misalkan, design sendiri lalu tinggal masukin ke percetakan, menurut pengalaman teman gue sih hasilnya bagus juga. Tapi ya berusaha tidak menyesali karena udah DP juga, kami tetap akan pakai Kuda Laut Wedding Card. Menurut review di http://www.weddingku.com, bagus-bagus sih hasilnya. Terus kokonya juga baik, beberapa hari sehabis wedding expo, dia kirimin follow up.

Kartu undangan udah dapet, next cari vendor jas yang akan dipakai pengantin pria pada saat misa pernikahan. Pengennya sih di Harry’s Palmer, tapi setelah nanya-nanya di situ ternyata harganya gak cocok, Sis, over budget. Akhirnya berlabuhlah kami ke Richard Costume Design. Di situ ada model jas yang disukai tunangan gue, bahannya campuran wool dan silk. Harganya pun sesuai dengan budget kami, Rp 3,5 juta.

Terakhir kami berburu vendor untuk foto prewedding. Entah mengapa vendor-vendor asli Jakarta menawarkan harga yang fantasis, starting from Rp 20 juta. Well, ada sih yang Rp 10 jutaan tapi mereka gak sedia gaun pengantin atau kostum buat foto alias kita menyiapkan sendiri. Iseng-iseng kami mampir ke vendor yang ada di Bali, salah satunya Ricky & Co Photography. Mereka menawarkan harga yang relatif lebih murah lho daripada vendor yang di Jakarta, itu pun udah dengan kostum 2x, make up artis, retouch make up selama foto, transportasi selama foto, dan bonus kanvas ukuran 60 x 90 cm.

Pak Ricky (sang owner) terlihat sangat welcome dan bersahaja banget, mau menjawab pertanyaan kita. Entah mengapa akhirnya kami deal foto prewedding di Bali. Kebetulan gue dan keluarga gue akan berlibur di Bali Mei nanti, akhirnya gue dan tunangan ambil paket yang setengah hari kerja. Singkat cerita selama whatsapp-an dengan asistennya Pak Ricky, kami upgrade yang ke full day photoshot session dengan meminta diskon tentunya. Gue gak bisa kasih price list mereka karena udah deal buat nggak mengumbar. Nggak sabar deh nunggu bulan Mei tiba.

Segini dulu ya ceritanya. Besok-besok gue update lagi segala hal yang gue tahu tentang persiapan wedding. See ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s