Berlibur ke Pulau Weh, Pulau dengan Kehidupan Sederhana

image
Dermaga Iboih Inn

Bila traveller yang menyukai kesunyian dan suasana damai, Pulau Weh adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Saya berkesempatan mengunjungi Pulau Weh pada tgl. 8-11 Februari 2015 silam. Saya bersama tiga kawan tiba di Banda Aceh hari sebelumnya dan memutuskan untuk bermalam sehari di Banda Aceh. Esok harinya kami baru menyeberang ke Pulau Weh dengan menggunakan kapal cepat pukul 10.30 WIB.

Ada baiknya bila mengunjungi Pulau Weh, Anda memastikan moda transportasi untuk di sana dan booking penginapan terlebih dulu. Tiba di Pulau Weh, saya sudah ditunggu supir yang akan mengantarkan saya ke penginapan, yakni Iboih Inn. Iboih Inn tidak berada di tepian jalan raya, namun di hutan kecil yang langsung menghadap perairan antara Pulau Weh dan Pulau Rubiah. Untuk menuju Iboih Inn, kami harus menumpang boat kecil yang dari Teupi Ayeuh ke Iboih Inn. Jarak tempuhnya tidak jauh, kurang lebih 5-10 menit. Untuk mencapai Iboih Inn bisa juga jalan kaki menyusuri hutan kecil dengan jalan setapak sekitar 500-700 meter.

image
Restoran dan Reservasi Iboih Inn

Di sekitar Iboih Inn banyak penginapan yang setipe dengan Iboih Inn, yaitu cottage seperti rumah panggung, namun sejauh pengamatan saya, hanya Iboih Inn yang memiliki dermaga yang menjorok ke laut. Fasilitas di kamar cukup nyaman dengan tempat tidur berkelambu, air minum, AC, dan kamar mandi yang bersih, tapi jangan harap ada TV karena memang Iboih Inn didesain untuk orang-orang yang suka tempat sunyi. Sekedar pemberitahuan, Iboih Inn tidak menerima calon penghuni bukan muhrim untuk tinggal sekamar.

Tiba di Iboih Inn, mata saya langsung berbinar-binar, tidak sabar ingin langsung menceburkan diri ke air yang super bening. Hari itu kami langsung snorkeling ke Pulau Rubiah (seberang Iboih). Karang bawah lautnya dan ikan-ikannya, tak perlu ditanya, indah sekali. Setelah puas snorkeling di Rubiah, jangan lupa membeli sate gurita yang sangat lezat. Ada beberapa pedagang sate gurita di Rubiah sana.

image
Pemandangan Bawah Laut Pulau Rubiah

Selesai dari Pulau Rubiah, saya masih tergoda untuk berenang di depan Iboih Inn yang membuat kita merasa memiliki nature’s pool sendiri. Setelah puas berenang, saya berleha-leha di kursi malas depan Iboih Inn, menikmati pemandangan hingga matahari terbenam. Makan malam saya pesan di Iboih Inn karen tak mungkin berwisata kuliner ke pusat kota Sabang yang berjarak 30 km dari Iboih.

image
Nature's Pool Depan Iboih Inn
image
Kolam Alami di Depan Iboih Inn

Malam pun tiba, suasana makin sepi dan sunyi, namun kami menikmati kesunyian di kamar kami dengan perasaan seperti punya rumah di hutan kecil tepi pantai. Asyiknya, di setiap kamar tersedia hammock untuk bersantai sehingga kami bisa sekedar bermasal-malasan membaca buku sambil berayun di hammock.

Keesokan harinya kami check out dan berpindah ke daerah Sumur Tiga, yang dekat dengan pusat kota Sabang. Hotel yang kami tuju adalah Freddie’s Santai Sumur Tiga, yang punya adalah orang bule Australia. Bentuk penginapannya didesain agar para tamu merasakan homey.

Jangan melewatkan makan malam di Freddie’s karena Mr. Freddie menyajikan makanan yang sangat beragam, mulai dari Eropa, Amerika Selatan, Timur Tegah, dan Indonesia. Lucunya semua tamu diharapkan sudah berkumpul pukul 20.30 di ruang makan. Mr. Freddie akan menyapa semua tamu dan menjelaskan menu apa saja yang tersaji hari itu. Sungguh menyenangkan!

image
Dining Room Ambience at Freddie's Santai

image

Pagi hari adalah surganya sunrise di Sumur Tiga. Bangunlah pukul 06.00 WIB untuk bersantai di pantai dan menyaksikan sunrise. Pantai Sumur Tiga tak kalah bagusnya dengan Pantai Iboih, namun pantai di sini tidak cocok untuk snorkeling karena berhadapan langsung dengan laut lepas yang ombaknya sangat kencang.

image
Pemandangan Laut dari Dalam Kamar di Freddie's

Masih ada tempat wisata lain di Sabang, di antaranya Volcano Berapi, danau, tempat pemandian air panas, dan beberapa pantai lainnya tapi tempat wisata tersebut tidak terlalu nyaman untuk dikunjungi.

Bila sore tiba, sempatkan mampir ke Sabang Fair, tempat berkumpulnya masyarakat Sabang sambil menyongsong sunset. Di sana ada taman yang ramai dikunjungi karena terdapat banyak tukang makanan. Sambil menikmati snack sore, menyenangkan rasanya duduk di gasebo tepian pantai.

Sekian share saya tentang Pulau Weh! Selamat berkunjung ke Sabang!

*) Informasi Tambahan :
Iboih Inn (iboih.inn@gmail.com), harga Rp 450 ribu/ malam untuk 2 orang. Include breakfast.
Freddie’s (santaisumurtiga@yahoomail.com.au), harga Rp 365 ribu (untuk 3 orang) tidak include breakfast, dinner Rp 64 ribu.
Sewa Mobil Bang Arphen 085260106230, harga Rp 350 ribu/ hari.

5 Comments Add yours

  1. noname says:

    Apakah di fredie boleh non muhrim sekamar?

    1. elisabetyas says:

      Hai… Saya kurang tahu apabila perempuan dan laki2 non-muhrim di Freddies bisa sekamar. Yang jelas kalau bule sih boleh2 saja. Saya kemarin 1 kamar berlima, laki2 dan perempuan gabung diperbolehkan sih.

  2. amir says:

    menarik sista,, saya juga pernah ke pulau weh. tapi kenapa tak ada cerita perjalanan ke tugu titik nol?

    1. elisabetyas says:

      Hai Bang Amir, kebetulan pada saat saya ke Tugu Titik Nol Kilometer, tugunya sedang dipugar dan berantakan sekali areanya. Jadi saya agak menyesal, jauh2 sampai di sana tapi ternyata tidak bisa melakukan apa2. Hehehe

  3. Lina Yosila says:

    Boleh minta no telepon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s