Wisata Kuliner Aceh dan Sabang

Setelah minggu lalu posted tentang serunya liburan di Pulau Weh-Sabang, kini giliran saya posting tentang kuliner Aceh dan Sabang. Hari pertama tiba di Aceh, kami tidak langsung menyeberang ke Sabang, namun menginap satu malam di Aceh.

Setelah mendarat, berhubung hari sudah sore dan perut sudah mulai merasa lapar, saya dan teman-teman ingin sekali mencicipi Mie Aceh yang emang beneran asli dari Aceh. Pergilah kami ke Kedai Razali, di sini Surganya Mie Aceh. Beragam mie rebus dan goreng aneka topping dijual di sini. Pengunjung bisa memilih campuran (topping) mie sesuai selera, ada udang, ayam, cumi-cumi, sapi, kambing, telur, dan lain-lain.

Saya sendiri memilih mie goreng kuah standar tanpa tambahan topping. Mie goreng kuah itu sekilas penampakannya mirip mie nyemek di Jawa. Harga seporsi mie standar hanya Rp 10.000,- saja. Apabila ada tambahan topping, harganya lebih mahal bisa mencapai Rp 25.000,-

image
Mie Aceh di Kedai Razali

Tak cukup hanya menyantap mie, lidah kami masih gatal ingin berwisata kuliner lainnya. Malamnya kami pergi ke Sate Matang. Sate Matang itu dagingnya sapi, disajikan dengan bumbu kacang dan kuah santan terpisah. Rasanya? Tak usah ditanya, enak sekali apalagi bila dipadukan dengan es jeruk murni.

Tak lengkap rasanya apabila ke Aceh tanpa menyeruput kopi khas Aceh. Malam itu juga kami mengunjungi Solong Coffee yang menjual aneka kopi khas Ulee  Kareng. Kopi yang terkenal di Solong adalah kopi sanger (sejenis kopi susu). Ada pula kopi hitam yang dicampur ikan teri yang sudah dihaluskan, rasanya pahit-manis-gurih menjadi satu. Andalan saya tetap teh tarik karena tak ada yang mengalahkan rasa teh tarik asli Sumatera. Harga minuman kopi dan teh di Solong Coffee berkisar antara Rp 6.000 – Rp 9.000.

image
Solong Coffee, Ulee Kareng

Mari beranjak dari Aceh dan menyeberang ke Sabang. Makanan yang paling saya suka adalah sate gurita. Salah satu tempat menjual sate gurita adalah Pulau Rubiah. Enak rasanya setelah lelah snorkeling langsung menyantap sate gurita yang empuk, disajikan dengan bumbu kacang pedas. Harga seporsi sate gurita adalah Rp 20.000,-. Selain di Pulau Rubiah, sate gurita juga bisa ditemukan di Pusat Jajanan Selera Rakyat, Sabang.

image
Sate Gurita

Makanan lain yang patut dicoba di Sabang adalah nasi lemak dan mie jalak, keduanya dapat ditemukan di toko Aneka Ria, Jalan Perdagangan, Sabang. Nasi lemak adalah semacam nasi uduk, disajikan dengan rendang ayam rasa pedas-asam-manis, telor, tumis tempe, dll. Mie jalak adalah mie semacam mie ayam namun kuahnya lebih sedikit, disajikan dengan telur dan daging olahan ikan atau seafood.

image
Mie Jalak
image
Nasi Lemak

Selain di Pujasera dan Toko Aneka Ria, ada satu tempat nongkrong (minum kopi dan makan) di Sabang yang jadi favorit saya dan teman-teman, yakni De Sagoe. Di sini sedia berbagai macam makanan, mulai dari nasi lemak, mie aceh, hingga pempek palembang. Kopi yang dijual pun lumayan enak. De Sagoe selalu ramai mulai dari jam makan pagi, jam makan siang, dan sore hari.

Satu hal yang perlu teman-teman ketahui, jam buka operasional rumah makan. Para pedagang makanan di Sabang buka dari jam 8 pagi hingga jam 1 siang. Selewat jam 1 siang, mereka akan tutup dan baru akan bukan jam 5 sore.

Bagi para pengunjung blog yang akan menungjungi Aceh atau Sabang, jangan lewatkan wisata kuliner sepeti yang saya ulas di atas. Terima kasih:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s